Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

70 Persen Perkembangan Nasabah Bank BTPN Syariah Ada di Pulau Jawa

Bank BTPN Syariah fokus melayani keluarga prasejahtera produktif di 23 Provinsi dan 522 Kecamatan seluruh Indonesia.

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Direktur BTPN Syariah, Gatot Adhi Prasetyo (dua kiri), beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Hotel Gumaya Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank BTPN Syariah fokus melayani keluarga prasejahtera produktif di 23 Provinsi dan 522 Kecamatan seluruh Indonesia.

Adapun pertumbuhan nasabah paling cepat yaitu di Pulau Jawa berkontribusi sebesar 70 persen.

Pertimbangan daerah yang BTPN Syariah pilih, menurut Direktur BTPN Syariah, Gatot Adhi Prasetyo, selain memiliki potensi, juga dilihat dari rumah tangga prasejahtera berdasarkan desil atau keadaan masyarakat terendah disuatu wilayah.

Sesuai segmen nasabah yaitu masyarakat Prasejahtera.

"Sekarang kami masih ada di desil 3 yaitu Rumah Tangga/Individu dengan kondisi kesejahteraan antara 21% - 30% terendah di Indonesia berjumlah 19 juta.

Adapun dari jumlah 19 juta kami baru 5,2%.

Jadi sebenarnya belum cukup merata karena baru di 23 Provinsi sehingga potensi masih cukup besar," jelas Gatot, pada Tribunjateng.com, beberapa waktu lalu.

Sekarang ini jumlah nasabah aktif di Bank BTPN Syariah ada sekitar 3,6 juta, dan pihaknya menargetkan bisa mencapai 5 juta nasabah yang aktif untuk dilayani.

Adapun perkembangan nasabah paling cepat ada di Jawa Barat, lalu Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan seterusnya.

Tolak Mutasi Lurah Salatiga, Belasan Ketua RW Ancam Kembalikan Stempel ke Walikota

Wanita Korban Jambret di Pekalongan yang Lumpuhkan Pelaku Dapat HP Baru dari Anggota Dewan

Di Bank Sampah Jaka Raya Kabupaten Rembang, Warga Bisa Bayar Angsuran Pinjaman Pakai Sampah

Dari 35 Kabupaten/Kota di Jateng, Baru 12 yang Dapat Sertifikat Tidak Buang Air Besar Sembarangan

Secara keseluruhan pulau Jawa berkontribusi sekitar 70%.

"Sebenarnya paling besar di Jateng karena hampir 7 juta nasabah, sedangkan di Jatim 5 juta sampai 6 juta nasabah," ujarnya.

Tidak asal, pihaknya juga benar-benar melihat apakah nasabah serius ingin bertumbuh atau tidak.

Salah satu caranya dengan dua minggu sekali mendatangi ke nasabah untuk melakukan evaluasi.

"Untuk jenis usaha yang akan kami beri pendanaan sebenarnya beragam terpenting halal dan jelas.

Bisa berdagang, berternak, pengrajin, dan lain-lain.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved