UKSW Salatiga Tiadakan Ujian Terbuka Doktor

Program studi S3 Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)

UKSW Salatiga Tiadakan Ujian Terbuka Doktor
Istimewa
Suhendrojono dan Damiasih seusai menjalani sidang doktoral keduanya tercatat sebagai mahasiswa ke 18 dan 19 yang diluluskan oleh prodi Doktor Manajemen FEB UKSW Jumat (23/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -- Program studi S3 Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) membuat terobosan baru dalam proses pengujian disertasi mahasiswanya. Mahasiswa yang sudah menjalani ujian akhir tidak perlu lagi melewati tahap ujian terbuka.

Hal ini disampaikan Ketua Program studi Doktor Manajemen, Dr. Lieli Suharti, di sela-sela proses Yudisium bagi dua mahasiswa prodi yang dikepalainya, Jumat (23/8/2019) di gedung FEB. Menurut Lieli terobosan ini dilakukan untuk menyederhanakan proses ujian bagi mahasiswa program S3.

“Proses ujian yang cukup panjang selama ini menjadi momok bagi mahasiswa yang mengambil program doktoral. Sehingga kami ingin lebih mengefisienkan baik dari segi waktu maupun biaya. Meski begitu kami tidak sedikitpun mengurangi kualitas lulusan.

Tuntutan dan syarat yang kami berikan tetap sama,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Selasa (27/8/2019)

Menurut Lieli pihaknya menyesuaikan syarat dari dikti yakni hasil penelitian harus terdaftar dalam satu jurnal internasional. Setelah melalui ujian akhir, mahasiswa wajib melakukan revisi dengan batas waktu maksimal satu bulan untuk dapat mengikuti proses yudisium.

Perubahan proses ujian terbuka menjadi yudisium pada prodi Doktor Manajemen FEB ini memperoleh dukungan dari pimpinan UKSW. Disampaikan Pembantu Rektor I bidang akademik, Dr. Iwan Setyawan bahwa terobosan ini adalah hal baru yang diharapkan dapat menggenjot jumlah lulusan prodi Doktor Manajemen.

“Meski begitu saya meminta agar lulusan yang dihasilkan tetap dijaga serta ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan kontribusi bagi dunia pengetahuan, institusi dan masyarakat,” katanya

Sebagai tambahan informasi dalam proses yudisium yang baru kali pertama kali diselenggarakan kemarin diikuti oleh dua mahasiswa yakni Suhendrojono dan Damiasih. Predikat cumlaude diterima keduanya yang saat ini tercatat sebagai dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (StiPram) Yogyakarta.

Disertasi yang diangkat oleh Suhendrojono dan Damiasih memiliki fokus pada bidang kepariwisataan. Suhendrojono berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul Pemosisian Perilaku Kepariwisataan berdasarkan pada Perilaku Konsumen, Produk, Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Perilaku Pemasaran di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Executive Assistant Manager di Ambarrukmo Palace Hotel Yogyakarta ini, penelitian mengenai perilaku kepariwisataan di Indonesia belum banyak dilakukan, kebanyakan penelitian masih fokus pada potensi-potensi wisata di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved