Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jembatan Bambu Keluarga Darno Turun Temurun Bantu Warga Melintas Demak-Kudus Ratusan Tahun

Jembatan penghubung antara Desa Kedungwaru Demak dan Desa Setrokalangan Kudus dibuat keluarga Darno turun-temurun.

Tayang:
Penulis: Moch Saifudin | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Pengendara yang melintas di Jembatan Sungai Wulan di perbatasan Desa Kedungwaru Lor Demak dan Desa Sentrokalangan Kudus. 

Pengendara yang melintasi jembatan tersebut, lanjut Darno, yaitu warga Desa Kedungwaru Lor dan sekitarnya.

"Kebanyakan pengendara yang bekerja di Pabrik Djarum, Sukun, Pabrik Sepatu di Jepara, dan warga Demak yang ingin ke Pasar Mijen Kudus," jelasnya.

Ia melanjutkan, ada juga warga Demak yang hanya sekedar melintas untuk jalan jalan ke Kudus, dan juga pelajar.

Pelajar tersebut, diantaranya SMK Prambatan, SMK Garung Lor, dan SMK Maarif NU Kudus.

"Kalau pelajar, misalnya kehabisan ongkos ya bayar seikhlasnya. Atau bahkan nunut lewat saja, tidak apa-apa," jelasnya.

Ia menjelaskan, warga yang melintas tersebut biasa membayar Rp 2000 untuk biaya melintas pergi-pulang.

Nampak juga seorang yang mengendarai sepeda motor yang menggunakan plat awalan H dan E sebagai akhiran, nampak menukarkan uang Rp 50 ribuan.

Lalu oleh Darno diberikan uang pecahan dua ribuan.

Saat Darno menyuruh seorang pengendara ibu-ibu tersebut untuk menghitung uangnya terlebih dahulu, ibu-ibu tersebut bilang,

"Aku percoyo, wong bendino lewat kene," jelasnya sembari langsung memasukan uang pecahan dua ribuan tersebut ke dalam dompet dan tasnya.

Sementara, Kepala Desa Kedungwaru Lor, Karsumo mengatakan, bahwa jembatan tersebut sudah lama berlangsung saat musim kemarau tiap tahunnya.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut sudah melalui pergantian berbagai lurah sebelumnya.

Ia menjelaskan, Lurah sebelumnya telah berbicara ke Pemerintah Kabupaten Demak perihal jembatan tersebut.

"Namun tidak ada tindakan pasti sampai saat ini," jelasnya.

Ia menjelaskan, telah mewacanakan solusi jembatan tersebut kepada empat desa sekirtanya.

Yaitu, Desa Kedungwaru Lor, Kedungwaru Kidul, Tugu Lor, dan Kotakan.

"Warga yang biasa melintas di jembatan tersebut, ya empat desa tersebut. Saya siap untuk mengajak ketiga desa tersebut untuk memikirkan solusi jembatan ke depan," jelasnya. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved