Rayakan Hari Besar Jawa, Umat Katolik Gereja St Petrus Kota Pekalongan Gelar Misa Satu Suro
Ratusan umat Katolik di Gereja St Petrus Kota Pekalongan menggelar perayaan Misa Satu Suro.
Penulis: budi susanto | Editor: suharno
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ratusan umat Katolik di Gereja St Petrus Kota Pekalongan menggelar perayaan Misa Satu Suro.
Acara digelar untuk menghormati hari besar Jawa dengan cara menginkulturasi budaya masyarakat Jawa.
Adapun sekitar 600 umat Katolik mengikuti prosesi sembahyangan di Gereja terbesar yang ada di Kota Pekalongan.
Meski Imam Gereja St Petrus menggunakan bahasa Jawa dalam Misa, namun umat Katolik tetap khusyuk dalam menjalankan ibadah.
• Kisah Wanita di Kemijen Semarang yang Tinggal di Tengah Tumpukan Sampah, Tidur Bersama Kambing
• Jembatan Bambu Keluarga Darno Turun Temurun Bantu Warga Melintas Demak-Kudus Ratusan Tahun
• Perampok Minimarket Seret Lalu Lucuti Pakaian Para Karyawan, Gondol Uang Rp 20 Juta
• Gelandang PSIS Semarang Ini Diincar Badak Lampung FC dan Persebaya Surabaya
Tidak hanya itu, umat Katolik di Gereja St Petrus juga mengenakan busana adat Jawa saat mengikuti Misa.
Dalam acara gunungan berupa hasil bumi, turut disajikan di tengah sembahyangan.
Selain itu, panitia acara juga menghadirkan seniman tari jatilan serta pemotongan tumpeng.
Ketua Panita Acara Misa Satu Suro, Gregorius Widodo, menuturkan iringan musik gamelan juga digunakan dalam Misa.
“Sepanjang budaya itu baik tentunya tidak mengapa kami gunakan dalam sembahyangan, seperti Misa Satu Suro kali ini,” paparnya, Senin (2/9/2019) malam.
Dilanjutkannya, respon umat Katolik sangat baik dan mengikuti Misa secara khusyuk.
“Umat Gereja menyambut baik, bagi mereka acara ini merupakan kegiatan positif karena bisa lebih mengenal budaya Jawa,” ujar Widodo.
Widodo menjelaskan ada dua acara dalam Misa Satu Suro yang digelar di Gereja St Petrus.
“Dua kegiatan kami laksanakan dalam acara, pertama liturgi atau kegiatan peribadatan, dan yang kedua nguri-nguri budaya Jawa dengan menampilkan jatilan,” paparnya.
Sementara itu, Romo Martinus Ngarlan, selaku Imam Gereja St Petrus menerangkan, tema yang diambil yaitu “Mrih Katoning Katresnan Dalem”
“Kami menerapkan budaya Jawa sebagai sarana untuk memuliakan Allah. Untuk itu kami mengambil tema Mrih Katoning Katresnan Dalem, atau dalam bahasa Indonesia, bangkit dan bergeraklah demi terwujudnya kasih Allah,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/misa-satu-suro-di-gereja-st-petrus-kota-pekalongan.jpg)