Begini Cara Bupati Batang Wihaji Promosikan Sarung Batik Rifa'iyyah pada Wapres JK

Bupati Batang Wihaji memiliki cara tersendiri dalam mempromosikan potensi dan keunggulan daerah.

Begini Cara Bupati Batang Wihaji Promosikan Sarung Batik Rifa'iyyah pada Wapres JK
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji yang mengenakan sarung batik rifa'iyyah saat menyambut Wapres JK dan rombongan di Pondok Modern Tazakka Bandar, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Bupati Batang Wihaji memiliki cara tersendiri dalam mempromosikan potensi dan keunggulan daerah.

Kedatangan Wapres Jusuf Kalla bersama Menteri PAN-RB Syafruddin di Pondok Modern Tazakka Bandar, Kabupaten Batang pun tak disia-siakan Wihaji.

Melalui pakaian yang ia kenakan, orang nomor satu di Kabupaten Batang itu sengaja mengenakan baju koko putih dibalut sarung batik Rifa'iyyah khas Kabupaten Batang saat menyambut kedatangan Wapres JK dan rombongan, Jumat (6/9/2019).

Busana yang dikenakan Wihaji pun cukup menarik perhatian karena berbeda dari semua pejabat yang ikut dalam rombongan dan pimpinan pondok pesantren yang mengenakan baju resmi.

558 Calon Penerima Program Keluarga Harapan di Talang Tegal Divalidasi, Ini Kriterianya

Pencairan Dana Bantuan Parpol 2019 di Kabupaten Tegal Molor

Aisyah Tersenyum Lebar Dengar Janji Pemkot Pekalongan Bantu Melanjutkan Sekolah

Pembalap Fastron Slalom Team Indonesia Berhasil Meraih Juara di Asian Auto Gymkhana Championship

"Ini cara saya mempromosikan batik rifa'iyyah, yang merupakan batik khas Batang kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla," terang Wihaji saat ditemui usai kegiatan.

Ia juga menyampaikan bahwa yang datang dalam kegiatan merupakan tokoh-tokoh nasional sehingga dengan memakai baju dan sarung batik khas merupakan promosi gratis.

"Dalam setiap kesempatan kegiatan di manapun saya selalu memakai batik khas Batang, karena ini hari Jumat jadi sekaligus untuk salat jumat pakai sarung batik rifa'iyyah," jelasnya.

Dijelaskannya, batik rifa'iyyah diambil dari nama dari KH. Rifa'iyyah yang merupakan pahlawaan kemerdekaan asli Batang.

"Selain pahlawan KH. Rifa'iyyah juga ulama yang dalam syiarnya mengajarkan cara membatik kepada para murid sambil membatik, ini yang perlu terus kita lestarikan karna memiliki sejarah yang penting untuk Batang," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved