Terbongkar, Inilah Ucapan Megawati yang Membuat Prabowo Luluh Menyerahkan Kursi MPR ke Bamsoet

Politikus Gerindra, Riza Patria dan politikus PDIP, Ahmad Basarah membeberkan dinamika yang terjadi dalam pemilihan ketua MPR perioder 2019-2024.

Terbongkar, Inilah Ucapan Megawati yang Membuat Prabowo Luluh Menyerahkan Kursi MPR ke Bamsoet
Kompas.com
Prabowo luluh dengan ucapan Megawati 

"Dalam pikiran Bu Mega cara tersbeut hanya bisa dilakukan mulai sejak awal dengan cara yang benar,cara yang benar adalah seluruh fraski di MPR dan DPR ini harus sepakat dan kompak agar bisa amandemen terbatas itu," ujar Ahmad Basarah.

Ahmad Basarah lantas mengatakan bahwa Megawati menginginkan agar pemilihan Ketua MPR secara musyawarah.

"Maka disepakatikah pimpinan MPR mengakomodir seluruh fraksi-fraksi yang memiliki perwakilan di parleman, termasuk DPD RI, ,maka direvisiklah UU MD 3, jadi anggota MPR yang harusnya 5 jadi 10 supaya seluruh perwakilan politik memiliki unsur di MPR dar DPD RI," ujar Ahmad Basarah.

Namun, Ahmad Basarah mengatakan bahwa PDIP tidak ingin mengambil semua jabatan karena prinsip Indonesia adalah gotong royong.

"Begitu kedua, agar MPR bisa musyawarah mukafat, PDIP tahu diri, maka memungkinkan adalah partai pemenang pemilu adalah ketua MPR nya, tetapi PDIP berpikir bahwa Indonesia menganut demokrasi pancasila, sehingga memang tidak mengambil semua, kita sadar DPR RI dan presiden juga PDIP, maka karena semangat gotong royong maka PDIP tidak mencalonkan, akhrinya ketika proses berjalan di tengah jalan tinggal 2 calon," ujar Ahmad Basarah.

Ahmad Basarah lalu menceritakan lobi-lobi politik yang terjadi.

"Siatuasi mengeras lalu dilakukan lobi-lobi, lobi berjalan tanggal 2 sampai 3 pagi, lalu jam 3 sore, sampai jam setengah 7 malam, ternyata belum ada titik temu, gerindra dengan partai Golkar," ujarnya.

"Lalu saya lapor ke Bu Mega, bahwa pemilihan secara musyawarah mufakat terancam gagal,. mengapa karena gerindra dan golkar belum ada titik temu," imbuhnya.

AHmad Basarah laltas mengatakan bahwa kunci penentuannya ada di Prabowo Subianto.

"Lalu saya bilang kuncinya di Pak Prabowo, kemudian terjadi komunikasi antara Bu Mega dan Pak Prabowo," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved