Breaking News:

Upah Tak Layak hingga Ancaman Dibunuh, Inilah Kisah Perbudakan Awak Kapal Perikanan dari Jateng

Cerita pahit kerap dialami awak kapal perikanan, baik yang bekerja di dalam negeri atau pun luar negeri.

FISHERIES AGENCY
ILUSTRASI - Kapal Jin Long Tai No 6 yang diawaki 7 ABK asal Indonesia dan seorang warga China serta bernakhodakan kapten asal Taiwan hilang disapu badai di Samudera Pasifik 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cerita pahit kerap dialami awak kapal perikanan, baik yang bekerja di dalam negeri atau pun luar negeri.

Dari upah tak layak, mengalami kekerasan selama bekerja, ataupun mempekerjakan anak di bawah umur yang bisa disebut tindak pidana perdagangan orang (human trafficking), dan sebagainya.

Kejadian ini terus dialami awak kapal asal Jateng saban tahun.

Seperti yang dialami Agus Hadi Kuncoro, seorang penyintas yang pernah bekerja di kapal perikanan.

Dia pernah mengalami kekeresan baik verbal maupun fisik.

"Banyak ancaman kekerasan yang dialami awak kapal.

Ya itu lah kehidupan ABK (anak buah kapal)," kata Agus di Semarang, Jumat (18/10/2019).

Kekeringan, Siswa SD Negeri 2 Karangreja Purbalingga Tiap Hari Bawa Jerigen Berisi Air ke Sekolah

Upah Minimum Provinsi 2020 Naik 8,51 Persen, Apindo Jateng Sebut Rasional dan Tak Beratkan Pengusaha

Bupati yang Viral karena Unggah Slip dan Sebut Gaji Tak Cukup Rupanya Mantan Bandar Narkoba

Bupati Kendal Keluarkan Surat Edaran ASN Tidak Jadi Pengurus Ormas

Bahkan, ancaman untuk dibunuh juga pernah dialaminya.

Tidak hanya itu, diancam untuk diceburkan di laut sempat ia terima.

Biasanya, yang sering melakukan kekerasan yakni nakhoda atau kapten kapal.

Halaman
1234
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved