Rombongan dari Pemkab Kediri Tertarik Pelajari Budidaya Ayam KUB, Cuma Butuh 70 Hari Bisa Panen

Khoirul Anwar dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri Jawa Timur mempelajari Tumpang Sari Tanaman (Turiman) di Badan Penelitian dan

Rombongan dari Pemkab Kediri Tertarik Pelajari Budidaya Ayam KUB, Cuma Butuh 70 Hari Bisa Panen
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri Jawa Timur mempelajari Tumpang Sari Tanaman (Turiman) di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (Balitbangtan BPTP) Jawa Tengah pada Selasa (22/10/2019) siang 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Khoirul Anwar dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri Jawa Timur mempelajari Tumpang Sari Tanaman (Turiman) di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (Balitbangtan BPTP) Jawa Tengah pada Selasa (22/10/2019) siang.

Ia mengatakan tertarik untuk mempelajari cara beternak ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) dan Turiman dari BPTP Jawa Tengah.

Ia tak sendiri, bersama 49 orang yang terdiri atas dinas, petani, dan peternak.

Menurutnya, ayam KUB saat ini menjadi tren di kalangan peternak karena lebih efisien.

"Saya tertarik belajar tentang ayam KUB dan Turiman mempertimbangkan efisiensi lahan petani di Kota Blitar dan untuk memaksimalkan potensi petani," ujarnya.

Tak Hanya Candi Gedong Songo, Kabupaten Semarang Juga Miliki Situs Sejarah Lainnya hingga Arca

Hingga 5 November 2019, Ini Jenis Pelanggaran yang Diincar Polisi di Purworejo

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPTP Joko Pramono menyambut rombongan Kegiatan Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani.

Ia pun mempersilakan para rombongan berbagi ilmu dan pengalaman dengan pihaknya.

"Kami memiliki dua inovasi penelitian Balitbangtan yakni Turiman, Tumpang Sari Tanaman.

Kalau biasanya petani tak ingin ada ayam masuk ke ladangnya, kali ini petani bisa memelihara ayam sekaligus memelihara tanaman," ungkapnya.

Joko menambahkan, selain Turiman, ada pula Ayam KUB menjadi unggulan dari Balitbangtan karena bila ayam kampung biasanya membutuhkan waktu dewasa 5-6 bulan, ayam KUB cukup 70 hari dan merupakan ayam hasil seleksi genetika enam generasi.

Terkait pemaparan dua inovasi tersebut dilakukan oleh Seno Basuki dan Subiharta.

Para peserta tak hanya mendengarkan pemaparan, mereka juga mengunjungi Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) KUB BPTP Jawa Tengah di Bukit Tegalepek Sidomulyo Ungaran. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved