4 Pasangan Tak Resmi Terjaring Razia Satpol PP di Kudus : Kami Belum Begituan Pak

4 pasangan 'tidak halal' atau pasangan yang belum ada ikatan pernikahan terciduk saat ngamar di hotel melati di Kudus, Kamis (14/11/2019).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Pelaku trurun dari truk setelah terjaring razia Satpol PP di hotel melati 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - 4 pasangan 'tidak halal' atau pasangan yang belum ada ikatan pernikahan terciduk saat ngamar di hotel melati di Kudus, Kamis (14/11/2019).

Mereka terjaring razia gabungan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kudus, Jawa Tengah, dan Polisi.

Dari empat pasangan, dua di antaranya merupakan pasangan yang masing-masing sudah berkeluarga.

Sedangkan sisanya, merupakan pasangan yang belum berkeluarga.

Empat pasangan itu terjaring razia saat ngamar di hotel melati.

Empat pasangan itu terciduk dari dua hotel melati.

Driver Ojol Ini Minta Polisi Tertibkan Penjualan Bebas Atribut Ojek Online

Kecelakaan Bus Sinar Jaya Vs Bus Arimbi di Tol Cipali , Sopir Cuma Alami Luka di Wajah

Pasca Bom di Polrestabes Medan, Penjagaan di Polres Brebes Diperketat

Cerita Keluarga Korban Kecelakaan Tol Cipali, Kuntarsih Minta Dijemput Sebelum Meninggal

Dalam razia kali ini petugas mendatangi kamar mereka sewa, dan mereka tidak bisa membuktikan bahwa mereka merupakan pasangan yang sah.

Seketika itu delapan orang dibawa ke Kantor Satpol PP Kudus untuk dibina.

Dalam pembinaan, mereka lebih sering tertunduk dan menutup muka.

Mereka hanya mengiyakan apa yang dikatakan oleh Kepala Satpol PP Kudus, Djati Solechah.

"Kalau kalian hanya pengen 'gituan' mbokya menikah, pesan untuk pasangan yang belum menikah," pesan Djati.

"Kami tadi belum 'gituan' kok," timpal salah satu di antara pasangan yang dibina.

Sedangkan untuk pasangan yang masing-masing sudah berkeluarga, Djati mekekankan agar ingat kepada suami atau istri sahnya.

Bagaimana perasaannya jika tahu pasangannya tengah berduaan dengan orang lain di sebuah kamar hotel.

"Sudahlah jangan diulangi lagi," kata Djati.

Sebelum mereka disuruh pulang, masing-masing harus tanda tangan di atas materai pada secarik kertas berisi pernyataan.

Pada pernyataan itu, mereka sepakat untuk tidak mengulanginya lagi.

"Kalau mengulangi lagi kami sidangkan di pengadilan.

Kami punya database siapa saja yang pernah kami jaring razia di kamar hotel," kata Djati.

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved