Jendral TNI Bintang 3 Ini Apresiasi Pola Koordinasi Penanggulangan Bencana di Jateng
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah (BPBD Jateng) menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Jawa Tengah Tahun
Penulis: yayan isro roziki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah (BPBD Jateng) menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Jawa Tengah Tahun 2019 di Hotel Lorin Syariah, Kota Solo, Jumat (15/11).
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.
Di samping itu, turut hadir pula seluruh stakeholder yang berkait dengan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Di antaranya, BPBD dari kabupaten/kota, unsur TNI-Polri, PMI, perwakilan rumah sakit, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, mengatakan mengapresiasi pola koordinasi yang diinisiasi oleh BPBD Jateng.
Menurutnya, pola koordinasi yang langsung melibatkan seluruh stakeholder terkait dan juga potensi cadangan serta logistik yang ada di seluruh daerah, baru dilaksanakan oleh BPBD Jateng.
• Kini Tidak Perlu Antre Lama Saat Periksa di RSUD Karanganayar, Pasien Rawat Jalan Bisa Daftar Online
• Febri Ingin Kawasan Kota Lama Dilengkapi Musala dan Toilet
• Tunjangan Guru Swasta di Kudus Kini Cuma Rp 350 Ribu per Bulan, Misbahudin : Itu Sudah Bagus
• Aneh, Warga yang Laporkan Kecelakaan Maut di Semarang ke Polisi Justru Diancam
"Pola berkoordinasi dengan semua stakeholder dan juga penyiapan logistik, ini baru BPBD Jateng," katanya.
Ke depan, ia bergarap semua daerah memetakan semua cadangan-cadangan yang tersedia.
"Baik potensi rumah sakit, genset cadangan, sumber-sumber air, alat penyaring air, dan rumah sakit lapangan.
Juga hal-hal yang berhubungan dengan kondisi tanggap darurat.
Ini bisa menjadi contoh yang baik," ujar Doni.
Menurut dia, semua daerah perlu membuat pemetaan potensi-potensi yang ada terkait kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
Hanya, teknis di lapangan dapat disesuaikan dengan kekhasan masing-masing daerah.
"Tiap daerah itu punya karateristik dan style masing-masing.
Tapi paling tidak, kita menginginkan daerah-daerah melakukan upaya untuk mengkolaborasikan semua komponen yang ada, agar bila terjadi sesuatu semua bisa saling mendukung," tuturnya.
Doni menuturkan, dalam beberapa waktu terakhir, di Jateng memang tidak terjadi bencana alam berskala besar.