50 Persen Lebih ODHA di Kabupaten Karanganyar Belum Terdeteksi
Dari estimasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sejumlah 1.609 orang di Kabupaten Karanganyar, baru sekitar 49,8 persen yang terdeteksi.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dari estimasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sejumlah 1.609 orang di Kabupaten Karanganyar, baru sekitar 49,8 persen yang terdeteksi.
Sedangkan sisanya 50,2 persen belum terdeteksi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar (DKK) Fathul Munir menyampaikan, estimasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ada di Kabupaten Karanganyar, mulai tahun 2000 hingga 2017 sejumlah 1.609.
Namun dari jumlah ODHA tersebut, yang sudah terideteksi baru sekitar 49,8 persen.
Dijelaskannya, ada sebesar 50,2 persen ODHA yang belum terdeteksi.
• Pergerakan Tanah Rusak Bangunan SDN 1 Suwidak Banjarnegara, Dinding Retak dan Pembelajaran Terganggu
• Mal Pelayanan Publik Jepara Akan Diresmikan April 2020
• Mengulas Kisah Getir Raden Ajeng Kardinah dalam Teaterikal Tari di Tegal
• Tak Ada di Anggaran 2020, Pembangunan Pasar Rejosari Salatiga Tinggal Rencana
"Diharapkan dari 50,2 persen tersebut jangan sampai tertularkan kepada yang lain, baik itu kepada anaknya, istrinya, suaminya atau yang lainnya.
Jangan ada yang baru, itu artinya harus segera diketahui.
Kemudian bagaimana mengendalikan agar virus itu tidak ditularkan kepada lainnya," katanya saat ditemui Tribunjateng.com dalam acara Peringatan HIV/AIDS Sedunia di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (3/12/2019).
Dijelaskan Fathul, penyebaran ODHA merata di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar.
Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Tasikmadu, sejumlah 108 orang dan Mojogedang sejumlah 84 orang.
"Jika 50,2 persen ODHA yang belum terdeteksi tersebut tidak dikendalikan, akan menjadi ancaman.
Mari bersama-sama untuk mengendalikan tersebut," ujarnya.
Selain dapat mengecek HIV/AIDS di RSUD Karanganyar, saat ini di 21 puskesmas yang tersebar di seluruh Kabupaten Karanganyar, sudah mempunyai alat deteksi HIV/AIDS.
"Bisa mengecek secara gratis.
Kita punya Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) di tingkat kabupaten yang dapat mendampingi para ODHA.
Juga KPA di setiap desa," terang Fathul Munir.
Sambungnya, berdasarkan kelompok umur, penderita HIV/AIDS di Karanganyar didominasi usia produktif, mulai dari 29 tahun sampai 49 tahun.
Sedangkan usia dibawahnya mulai dari 20-24 juga terbilang besar sekitar 23 persen.
"Faktor dikarenakan hubungan seksual sebesar 86 persen.
Alat suntik dan narkoba atau IDU's sebesar 2 persen, sedangkan perinatal atau dari ibu ke anak sebesar 3 persen," paparnya.
Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Karanganyar, Jatmiko berharap para peserta yang mengikuti sosialisasi ini menjadi kader di wilayahnya masing-masing untuk menanggulangi HIV/AIDS.
"Ini dalam rangka mencapai target three zero, tidak ada infeksi baru HIV/AIDS, tidak ada kematian akibat HIV/AIDS, dan tidak ada diskrimasi ODHA," ujarnya.
Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto berharap kampanye pencegahan HIV/AIDS dapat dipacu di semua lapisan masyarakat.
"Mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana penanggulangan HIV/AIDS," jelasnya.
Bertepatan dengan peringatan HIV/AIDS Sedunia, selain dilakukan sosialisasi kepada para peserta, juga dilakukan VCT.
Peserta VCT, Indah Permata Sari warga Tasikmadu, menyampaikan, baru pertama kalinya melakukan VCT.
"Kebetulan ada undangan, terus datang ke sini.
Ternyata di Karanganyar banyak (penderita).
Saya berharap tidak, tapi apapun hasilnya saya terima.
Kan juga ada pendampingan dari (KDS)," pungkasnya. (Ais)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peserta-saat-melaukan-vct-dalam-acara-peringatan-hiv.jpg)