Kisah Pelaku Pernikahan Dini: Siswi SMP Ini Bingung Bicara Sama Orangtuanya Kalau Dirinya Hamil
Tingginya angka perceraian di Jateng, salah satu penyebabnya adalah perkawinan dini atau di bawah usia 19 tahun.
"Ya dicukup-cukupkan. Yang penting kebutuhan anak ada. Karena kalau hanya mengandalkan penghasilan dari suami tentu jauh dari cukup," ujar Sri.
Mereka berdua hingga kini masih tinggal di rumah orangtua Sri.
Dalam benak Sri ada keinginan untuk memiliki rumah sendiri dan bisa hidup lebih mandiri.
Namun Sri masih belum yakin kapan mimpinya itu bisa terwujud. "Bisa mencukupi kebutuhan keluarga itu sudah syukur bagi kami.
Masa lalu kami akan jadi pelajaran untuk anak-anakku nanti supaya tidak seperti bapak ibunya," pungkas Sri. (tim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/viral-pernikahan-dini-bocah-sd-dan-smp-di-kalimantan.jpg)