Lolos Verifikasi, Kabupaten Pati Dinyatakan Bebas dari Buang Air Besar Sembarangan
Pemerintah Kabupaten Pati melakukan deklarasi ODF (Open Defecation Free/Bebas dari Buang Air Besar), Sabtu (21/12/2019).
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati melakukan deklarasi ODF (Open Defecation Free/Bebas dari Buang Air Besar), Sabtu (21/12/2019).
Deklarasi ini dilakukan setelah sebelumnya, pada 18 Desember 2019 lalu, Tim Verifikasi ODF dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengunjungi delapan desa/kelurahan untuk melakukan verifikasi lapangan.
Hasilnya, tim verifikasi yang diketuai Wahyu Setyaningsih tersebut menyatakan Kabupaten Pati telah bebas dari BABS.
Kabupaten Pati menjadi kabupaten ke-19 di Jawa Tengah yang mendeklarasikan ODF.
Pembacaan deklarasi dilakukan di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, dipimpin langsung oleh Bupati Pati Haryanto.
• HUT ke-25, Hotel Grasia Dapat Kado Spesial, Satu-satunya Hotel Bersertifikat Halal di Semarang
• Warga Temukan Granat Nanas di Kebumen, Diduga Bekas Peninggalan Perang Dunia
Terdapat empat poin dalam deklarasi tersebut, yakni masyarakat Kabupaten Pati :
(1) Telah 100 persen buang air besar di jamban sehat;
(2) Selalu siap untuk mempertahankan status stop BABS;
(3) Menerapkan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat; dan
(4) Siap meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kepedulian sehari-hari demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih menuju Kabupaten Pati yang sehat dan sejahtera.
Bupati Pati Haryanto mengatakan, ia bersyukur atas pencapaian yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun ini.
"Saya tidak malu, sekalipun dalam deklarasi ODF kita jadi penutup eks-Karesidenan, namun akhirnya harapan kita terpenuhi," ucapnya.
Meski menjadi urutan ke-19 di Jawa Tengah dalam kecepatan penuntasan program BABS, Haryanto mengaku bangga.
Sebab, Kabupaten Pati langsung dinyatakan bebas dari BABS dalam satu kali verifikasi.
"Dari 19 kabupaten/kota yang sudah deklarasi, hanya Klaten dan Pati yang seperti ini. Kabupaten lain harus mengulang. Jadi kita punya prestasi," ungkapnya.