Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bendera Merah Iran Berkibar di Masjid Jamkaran, Iran Incar 35 Target Kepentingan AS dan Israel

Sebuah Bendera merah Iran mulai berkibar di puncak Masjid Jamkaran, kota suci Qom, Iran. Akankah ini pertanda Iran akan balas dendam dan menyerang

SputnikNews
Bendera merah berkibar di kubah masjid Qom sebagai respon tewasnya Kepala Pasukan Quds Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IGRC), Jenderal Qassem Soleimani. 

TRIBUNJATENG.COM, TEHERAN -- Sebuah Bendera merah Iran mulai berkibar di puncak Masjid Jamkaran, kota suci Qom, Iran.

Pengibaran bendera merah pada Sabtu (4/1) tersebut merupakan pertanda Iran menyatakan perang dan balas dendam terhadap Amerika Serikat (AS) setelah peristiwa pembunuhan terhadap Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat dini hari.

Iran bahkan telah menyatakan siap menyerang 35 target kepentingan AS di wilayah Timur Tengah.

Televisi pemerintah Iran menyiarkan proses pengibaran bendera di atas menara Masjid Jamkaran yang dihormati di Kota Qom.

Dalam tradisi Syiah bendera merah melambangkan darah yang tumpah secara tidak adil dan berfungsi sebagai panggilan untuk balas dendam.

Menurut laporan, pengibaran bendera merah di atas Masjid Jamkaran merupakan yang pertama kalinya.

Tak pelak Presiden AS, Donald Trump ganti menggertak akan menyerang 52 target strategis di wilayah Iran jika negara para mullah itu berani mengusik kepentingan AS di seluruh dunia.

"Biarkan ini berfungsi sebagai PERINGATAN, jika Iran menyerang setiap orang Amerika, atau aset Amerika, kami telah menargetkan 52 titik di Iran (mewakili 52 sandera Amerika di Iran beberapa tahun lalu).

Beberapa di antaranya level tingkat tinggi, dan target target itu serta Iran sendiri, AKAN DISERANG SECARA SANGAT CEPAT DAN SANGAT KERAS.

AS tidak menginginkan ancaman lagi!," Ancaman itu disampaikan Trump melalui akun Twitternya, pada Sabtu. Di kalimat tertentu Trump tampaknya sengaja menggunakan huruf kapital.

Mengenai alasan pembunuhan terhadap Qassem Soleimani, Trump kembali menyampaikan perwira tinggi Iran berusia 62 tahun itu bertanggungjawab terhadap tewasnya seorang kontraktor keamanan asal AS di Irak, melukai banyak orang lain, dan membunuh sejumlah orang di masa lampau.

"Dia (Qassem) sudah menyerang kedutaan besar kita, dan bersiap untuk serangan tambahan di lokasi lain. Iran telah menjadi masalah selama bertahun tahun," lanjut Trump.

Militer AS mengkonfirmasi adanya dua serangan roket di dekat fasilitas Amerika di Irak pada Sabtu. Namun dalam serangan itu tidak ada personel atau sekutu AS yang terluka.

Serangan itu terjadi di dekat zona hijau di Baghdad dan Pangkalan Udara Balad di Irak utara.

Qassem Soleimani, seorang Jenderal Iran tewas dibunuh oleh militer AS melalui drone.
Qassem Soleimani, seorang Jenderal Iran tewas dibunuh oleh militer AS melalui drone. (guardian news/YouTube)

Sebelumnya, Sabtu, seorang pejabat Iran mengatakan setidaknya 35 target AS, termasuk kapal perang dan Tel Aviv (ibukota Israel), telah diidentifikasi untuk serangan balasan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved