Dongkrak Kinerja Penjualan 2020, Manulife Indonesia Perkuat Layanan Digital
Berdasarkan survei Google Indonesia pada 2018, terjadi peningkatan waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk online.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berdasarkan survei Google Indonesia pada 2018, terjadi peningkatan waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk online.
Dalam survei, sebanyak 68 persen masyarakat bergantung pada smartphone saat mencari informasi terkait pembelian, atau akan memutuskan untuk membeli.
Perubahan pola masyarakat itu secara tidak langsung juga memicu Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) untuk terus meningkatkan layanan.
• Strategi Iran Tembus Pangkalan Militer AS Kejutkan Dunia, Ada Peran Qassem Soleimani
• Sandiwara Zuraida Istri Hakim Jamaluddin: Otak Pembunuhan, Air Mata Palsu dan Pakai Aplikasi Canggih
• Viral di Medsos Video Pembantu ART Ikat Kaki dan Tangan Serta Aniaya Anak Majikan, Ini Alasan NV
• Israel Uji Coba Sistem Pertahanan Udara Anti-Rudal Berbasis Laser, Bakal Gantikan Kubah Besi
Mengacu pada data servei tersebut, pada awal 2020 Manulife Indonesia melakukan penguatan layanan digital.
Penguatan itu dilakukan dengan menghadirkan tiga layanan untuk memberi kemudahan bagi nasabah dan tenaga pemasaran.
Adanya penguatan di layanan bisnis digital, diyakini dapat meningkatkan kinerja perusahaan, termasuk dalam meningkatkan penjualan produk asuransi Manulife Indonesia ke masyarakat.
Dalam siaran persnya, Presiden Direktur and Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland, menjelaskan, inovasi teknologi akan dilakukan untuk memperkuat layanan digital, termasuk saluran baru pembayaran premi, serta mengubah tampilan notifikasi surat koresponden kepada para nasabah.
"Kami juga akan melengkapi para tenaga pemasar dengan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan respons cepat, tepat, dan real-time,” ujarnya, Kamis (9/1/2020).
Memasuki usia 35 tahun Manulife di Indonesia, Charland mengaku gembira, karena Manulife bisa menghadirkan tiga layanan yang baik untuk nasabah dan tenaga pemasar.
"Tiga layanan itu adalah online payment, e-POS, dan MiLearn. Online Payment atau pembayaran daring diperuntukkan untuk memudahkan para nasabah. Melalui layanan ini, nasabah cukup klik dengan ujung jari pada link yang tersedia dan melakukan pembayaran," katanya.
Selain itu, Charland menuturkan, Manulife Indonesia juga meluncurkan dua aplikasi untuk mendukung kinerja tenaga pemasar yakni ePOS dan MiLearn.
"Lewat aplikasi ePOS, agen dapat sepenuhnya submit bisnis-bisnis baru secara digital. Semua dokumen persyaratan pembukaan polis, termasuk tanda tangan calon nasabah. Semua bisa diakses via gadget, tanpa mengisi secara manual di formulir kertas," jelasnya.
Menurutnya, aplikasi yang dibuat Manulife Indonesia, guna mempercepat waktu pembuatan polis yang semula berhari-hari menjadi cukup beberapa menit saja.
"Manulife Indonesia juga menghadirkan aplikasi MiLearn atau aplikasi untuk pelatihan digital. MiLearn berguna untuk tenaga pemasar baik agen maupun financial specialist," kata Charland.
Ia meyakini, dengan adanya penguatan pada layanan digital, akan meningkatkan target penjualan di tahun 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/presiden-direktur-and-ceo-manulife-indonesia-ryan-charland-dua-dari-kiri.jpg)