Begal Pukul Kepala Anak Mashud Hingga Berdarah, Beruntung Diselamatkan Pejalan Kaki
Seorang remaja hampir jadi korban begal di jalan arah Klampisan, Ngaliyan, Semarang, Jumat (17/1/2020) malam.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang remaja hampir jadi korban begal di jalan arah Klampisan, Ngaliyan, Semarang, Jumat (17/1/2020) malam.
Remaja tersebut adalah MY (17), warga Semarang Barat, Semarang.
Orang tua korban, Mashud menceritakan, kejadian tersebut bermula saat MY usai melakukan kegiatan bersama teman-temannya.
• Dendam Kesumat Kenny Akbari ke Ibu Tiri Zuraida Hanum yang Membunuh Hakim Jamaluddin
• Tanda Kiamatkah? Nenek Diperkosa Cucu Sendiri Sampai Berdarah, Alasan Pelaku Bikin Geleng-geleng
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Mobil Rush Terbalik di Semarang, Seorang Dosen Meninggal
• Bibi Ardiansyah Suami Vanessa Angel Dikabarkan Bangkrut, Dody Soedrajat Buka Suara
Saat itu, kata dia, MY mengendarai motor sendirian di jalanan tersebut.
"Kejadiannya sekira pukul 20.30 WIB.
Biasanya kalau mau ke Krapyak ambil dua arah, anak saya ambil ke Klampisan.
Anak saya waktu itu sendirian.
Teman-temannya tidak tahu, anak saya dipepet (begal itu)," ujarnya kepada tribunjateng.com melalui sambungan telepon, Sabtu (18/1/2020) malam.
Dijelaskan Mashud, pelaku dua orang menggunakan kendaraan Honda Beat berwarna Putih.
Mashud menyebut, pelaku menggunakan modus meminta uang untuk merebut motor MY.
Namun saat MY mengaku tak memiliki uang, pelaku kemudian memukul MY menggunakan besi.
Kepala MY di bagian jidat mengalami memar dan keluar darah.
"Anak saya kena pukul pas waktu ditanya punya uang, tapi tidak punya uang.
Pelaku mukul kena jidat," terangnya.
Beruntung usai pemukulan itu, kata Mashud, ada seorang pejalan kaki yang melihat.
Pejalan kaki itu lantas menghampiri MY dalam kondisi terluka.
Sementara pelaku, lanjutnya, berhasil melarikan diri.
"Di belakang sudah ada bapak-bapak pejalan kaki, katanya.
Dia lihat darah di jidat anak saya.
Pelaku kemudian kabur menuju ke arah Klampisan," ungkapnya.
Atas kejadian itu, Mashud menyebut MY Masih dalam kondisi cukup trauma dan dirawat di rumah.
Sementara atas peristiwa yang menimpa MY ini, pihak keluarga menyebut tak ingin memperpanjang kasus itu.
"Saya tahunya kalau orang lewat kawasan itu harus gas pol, kalau pelan-pelan tidak berani.
Pelakunya kira-kira usia 25 sampai 30 tahun.
Ibunya tidak mau melaporkan, yang penting saya hanya membagikan informasi," tukasnya. (idy)
• Temuan Busur Panah, Kujang dan Tulup Gegerkan Warga Puring Kebumen, Ini Hasil Penyelidikan Polisi
• Bintang Dangdut Susi Ngapak Berbagai Tips Sukses ke Pengunjung Lotte Grosir Tegal
• Awal Rangkaian Imlek, Umat Tionghoa di Tegal Khusyuk Lepas Kepergian Dewa Dapur
• Laksanakan Perintah Kapolri, AKBP Gatot Hendro Tanam 1.000 Pohon di Salatiga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pamit-beli-susu-ibu-muda-tewas-bersimbah-darah-diduga-korban-begal.jpg)