Hartopo Ngamuk, Juru Parkir di Kudus Setor ke Preman Lebih Banyak Ketimbang ke Pemkab

Plt Bupati Kabupaten Kudus, HM Hartopo meluapkan emosinya saat melakukan audiensi bersama ratusan juru parkir, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa

Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Plt Bupati Kabupaten Kudus, HM Hartopo meluapkan emosinya saat melakukan audiensi bersama ratusan juru parkir, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (28/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Plt Bupati Kabupaten Kudus, HM Hartopo meluapkan emosinya saat melakukan audiensi bersama ratusan juru parkir, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (28/1/2020).

Hal itu menyusul rendahnya penyerapan retribusi parkir pada 2019 lalu yang hanya tercapai 19 persen atau sekitar Rp 600 juta dari target sebesar ‎Rp 3 miliar.

"Saya memberikan mereka ini shock therapy biar mereka menyetorkan retribusinya sesuai perolehannya," kata dia.

RSUP Kariadi Semarang Tangani Pasien Terindikasi Suspect Corona, Datang Sendiri Bukan Hasil Rujukan

Puryanto Penemu Gading Gajah Purba di Sragen Minta Kompensasi Uang, Ini Jawaban Dody Wiranto

Kedekatan Duda Dory Harsa Penabuh Gendang Didi Kempot dengan Nella Kharisma yang Masih Bersuami

Siswi SMP Ditemukan Meninggal di Gorong-gorong, Terekam CCTV Diajak Sosok Pria Dewasa

‎Menurutnya, jika juru parkir memperoleh pendapatannya sebesar Rp 150 ribu maka separuhnya Rp 75 ribu harus disetorkan ke pemerintah daerah.

"Saya minta mulai tahun ini mereka (juru parkir-red) menyetorkan 50 persen dari perolehannya setiap hari," kata dia.

Sejumlah juru parkir juga diminta maju ke depan untuk untuk berbincang langsung dengan HM Hartopo.

Menurut pengakuan Sulis (50) juru parkir, mengatakan tidak hanya menyetorkan hasil parkir ke dinas terkait.

Namun pihaknya masih harus menyetorkan uang sebesar Rp 20 ribu per hari kepada pemegang di wilayah itu.

Padahal, Sulis hanya menyetorkan retribusi parkir secara resmi itu sebesar Rp 5 ribu per hari kepada pemerintah daerah.

Itu berarti oknum preman tersebut mendapatkan empat kali lipat dari retribusi parkir yang disetorkan.

"Saya tiap hari harus setor Rp 20 ribu sama yang pegang wilayah itu, katanya dari dulu sudah begitu," kata Sulis audiensi.

Mendengar hal itu, Hartopo marah dan melarang juru parkir untuk menyerahkan setoran selain kepada petugas resmi.

Dia ingin menciptakan Kabupaten Kudus yang aman dan tenteram tanpa adanya tindakan premanisme di wilayahnya.

"Di sini tidak ada preman, dan tidak ada yang memperjualbelikan wilayah parkir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved