Viral Teriakan Warga Wuhan China Saling Beri Semangat Lewat Jendela dan Balkon, Jiayou!
Viral video yang menampilkan aksi mengharukan warga Wuhan China di tengah maraknya penyebaran virus corona.
TRIBUNJATENG.COM - Viral video yang menampilkan aksi mengharukan warga Wuhan China di tengah maraknya penyebaran virus corona.
Warga saling berteriak melalui jendela apartemen untuk menguatkan satu sama lain meski tengah dihimpit keadaan.
Kendati demikian, pemerintah setempat meminta warganya berhenti melakukan hal tersebut karena dapat membahayakan diri mereka.
• Virus Corona Meluas, 5.974 Orang Terinfeksi 132 Meninggal, Sejumlah Negara Bersiap Evakuasi Warganya
• Amerika Umumkan Sedang Kembangkan Vaksin Virus Corona, Desak China Kerjasama
• Nyambi Rakit Senjata Api Jenis Sniper, Karyawan BUMN di Jateng Ini Diciduk Polisi
• Pulang Ke Rumah, Pria Ini Pergoki Istrinya Ditiduri Oknum Polisi Dalam Kamar
• Pejabat CIA Aktor Pembunuhan Qassem Soleimani Dikabarkan Tewas di Wilayah Taliban Afghanistan
Melansir kanal YouTube South China Post, terlihat seorang warga merekam aksi saut-sautan tersebut di sebuah kawasan apartement.
Tampak banyak warga yang keluar dari huniannya dan berdiri di balkon untuk sekedar menyaksikan maupun saling memberi semangat satu sama lain.
Padahal diberitakan sebelumnya, kota Wuhan, China kini tampak seperti kota mati akibat serangan virus corona.
Namun, warga lainnya yang masih bertahan tampaknya tak ingin Kota Wuhan kehilangan harapan.
Alhasil mereka pun saut menyaut mengatakan kata "Jiayou" yang berarti semangat.
"Jiayou," demikian suara teriakan-teriakan warga Wuhan.
Mulai dari suara pria dewasa hingga gadis kecil terdengar di tengah cahaya lampu Kota Wuhan.
Tak hanya suara teriakan, bahkan sebagian warga Kota Wuhan juga terdengar meyanyikan lagu-lagu yang bertemakan patriotisme.
Kendati demikian, hal berbeda justru dilakukan pemerintah setempat.
Pihak berwenang justru meminta warganya untuk berhenti berteriak dan bernyanyi karena disebut membahayakan.
Pihak berwenang juga meminta agar mereka menutup jendelanya.
Mereka memberikan peringatan tersebut tak lain agar mengurangi risiko meningkatnya penderita Virus Corona.
Pemberitahuan itu lantas mendapat beragam reaksi dari warganet di sana.
Ada yang berkomentar bahwa saling meningkatkan rasa semangat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
"Itu sangat berbahaya, itu tidak akan (meningkatkan risiko) itu dapat membantu melampiaskan emosi, meningkatkan moral dan sistem kekebalan tubuh," ujar seorang warganet.
Adapula yang mengatakan bahwa di lingkungannya mereka menyanyikan lagu untuk saling memberikan semangat dengan tetap menggunakan masker.
"Di lingkungan saya, kami menyanyikan lagu-lagu dengan masker kami," ujar dia.
Berikut video aksinya:
Merebaknya virus corona diduga berasal dari hewan yang dijual di salah satu pasar di Wuhan, China.
Namun, adapula yang berpendapat jika virus corona merupakan produk biologis China yang "kabur" dari laboratorium.
Benarkah Virus Corona Senjata Biologis China untuk Perang?
Kabar ini kali pertama dilontarkan seorang analis perang biologis Israil kepada The Washington Times.
The Washington Times menyebut ada dugaan jika virus mematikan yang menyebar secara global mungkin berasal dari sebuah laboratorium di kota Wuhan yang terkait dengan program senjata biologis rahasia China.
Benarkan virus corona adalah senjata biologis China?
Kepala badan intelejen strategis (BAIS) tahun 2011-2013 Laksamana Muda (purn) Soleman Ponto mengatakan senjata biologis memang ada, selain senjata nuklir dan kimia.
Senjata biologis ini berupa virus yang akan diserang ke tentara yang berperang.
Penggunaan senjata biologis untuk perang ini termasuk kejahatan perang dan jika ketahuan bisa masuk dalam mahkamah internasional.
Bagaimana dengan virus corona?
Soleman Ponto mengatakan bisa saja itu dipakai untuk senjata biologis karena kecepatan inkubasinya yang sangat cepat.
Apakah virus corona termasuk senjata biologis yang bocor?
Soleman mengatakan sebuah penelitian tidak ada yang 100 persen aman.
"Bisa jadi virus lebih kecil dari filter yang disiapkan saat itu, jadi dia lepas," kata Soleman dikutip dari tayangan Kompas TV, Selasa (28/1/2020).
Meski demikian, hal itu tidak akan bisa dibuktikan.
Namun menurutnya hal itu bisa dilihat dari dampak yang ditimbulkan.
"Dalam waktu singkat satu kota ditutup, diisolasi dari sekeliling. Artinya ada kekhawatiran, apabila tidak ditutup akan menyebar dengan secepatnya, dan akan menjadi ancaman dunia," katanya.
Sementara itu Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Omni Hospital dr Dirga Sakti Ramli memiliki pendapat beda.
Menurutnya, sangat mungkin virus ini natural atau alamiah.
Secara virologi, hal ini dapat ditelusuri penyebarannya dari hewan yang sejauh ini disebut kelelawar.
Jika hanya menyebar dalam satu kota, dr DIga justru mengapresiasi pemerintah keberhasilan pemerintah setempat yang mampu mengamankan sehingga virusnya tidak kemana-mana.
Dr Dirga justru membandingkan angka kematian virus corona yang saat ini masih 2-4 persen, jauh rendah dibandingkan SARS yang 10 persen dan MERS 30 persen.
"Terlalu dini untuk ambil kesimpulan diciptakan seperti ini," katanya.
Lihat video:
(*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Teriakan Warga Wuhan Saling Beri Semangat Lewat Jendela Viral, Pihak Berwenang Minta Hentikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/teriakan-warga-wuhan-saling-beri-semangat-lewat-jendela-viral.jpg)