Agar Diminati Generasi Milenial, BBPLK Semarang Rintis Pelatihan Usaha Startup

Karakter anak milenial cenderung anti-mainstream dan tidak menyukai pekerjaan yang bersifat formal dengan aturan-aturan dan jam kerja yang baku.

Agar Diminati Generasi Milenial, BBPLK Semarang Rintis Pelatihan Usaha Startup
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Dr.rer.pol.Klaus Tischler (Expert from Germany) melihat hasil produksi batik dalam "Meningkatkan Penyerapan Lulusan Melalui Start-up Bisiness for Sustainable Business Of Small Medium Sized Enterpreneur" di BBPLK Semarang, Selasa (4/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang mengadakan program pelatihan startup atau usaha rintisan.

Program yang dinilai banyak dilirik kalangan muda itu bekerja sama dengan SES (Senior Experten Service) dari Jerman.

Inti dari pelatihan usaha startup adalah mendidik anak-anak bisa menciptakan lapangan kerja, bermodal hasil pelatihan lalu dikembangkan.

Kabid Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BBPLK Semarang, Dodi Suhardiyono menjelaskan, pada kejuruan Bisnis Manajemen (Bisman) dan Fashion Technology telah dikembangkan program yang mengacu pada kebutuhan tren dunia kerja di era mileneal saat ini.

Status Pasien Suspect Virus Corona RSUD Kardinah Tegal Diturunkan, Empat Hari Pengawasan Tim Dokter

Polwan Ipda SD Tepergok Suami 2 Kali Selingkuh dengan Anggota Polisi Ipda DS, Begini Akhir Nasibnya

Berawal Hobi Nonton Film Ninja Jepang, Syamsul Warga Kendal Produksi Pedang Katana

Kisah Masa Lalu Via Vallen - Jadi Pengamen, Sering Kena Marah Ayah, Hingga Ditangkap Satpol PP

"Program ini untuk percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar mudah terserap di dunia kerja."

"Kami mendorong para lulusan pelatihan selain untuk bekerja di perusahaan atau industri, juga untuk menjadi startup yang kreatif dan produktif," terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (4/2/2020).

Pelatihan yang diselenggarakan sejak 20 Januari hingga 5 Februari 2020 itu diikuti 15 instruktur.

Nantinya ilmu yang mereka dapat akan ditularkan kepada siswa binaan.

Menurutnya, karakter anak milenial cenderung anti-mainstream dan tidak menyukai pekerjaan yang bersifat formal dengan aturan-aturan dan jam kerja yang baku.

Karena itu, pihaknya akan mendorong agar mereka menjadi wiraswasta yang dimulai dari nol atau yang disebut sebagai startup.

"Kami sangat beruntung ketika merencanakan program startup ini, ada tawaran mendapatkan konsultan dari ahli atau expert dari Jerman."

"Telah dijelaskan secara menyeluruh mengenai apa dan bagaimana dalam mengembangkan program startup," ucapnya.

Adapun bidang usaha dalam program startup ini seperti mendesain dan memproduksi hijab dengan ecoprint, mendesain, dan memproduksi tas belanja dari kain perca.

Selain itu juga memproduksi sabun cuci dari bahan buah lerak serta mengorganisasikan even industri fashion.

Pihaknya berharap, produk-produk startup yang telah diluncurkan tersebut, menjadi berkembang dan sukses. (Mamduh Adi)

26 Kapal Pesiar Bersandar di Semarang Tahun Ini, Berikut Tujuan Favorit Wisman di Jateng

Ini Alasan Kenapa Septian David Maulana Belum Bergabung dalam Latihan PSIS Semarang

Misteri Anak Hilang di Sigaluh Banjarnegara Terungkap, Ditemukan di Bawah Tumpukan Sampah & Rumput

Pevita Pearce Batal Jadi Jagoan Perempuan Tahun Ini, Film Sri Asih Belum Siap

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved