Breaking News:

Seleksi CPNS

Ada-ada Saja, Jimat yang Dipakai Pelamar CPNS di Kudus dari Beras Garam hingga Kacang Hijau

Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus mengimbau peserta tes CPNS pada tanggal 4-8 Februari 2020 untuk segera mengambil

Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Plt Kepala Dinas BKPP Kudus, Catur Widyatno menunjukkan jimat yang ditinggal saat tes CPNS 4-8 Februari 2020, di Kantor BKPP Kudus, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus mengimbau peserta tes CPNS pada tanggal 4-8 Februari 2020 untuk segera mengambil ratusan barang-barang yang tertinggal maupun hasil razia panitia.

Kasubid Pengembangan Pegawai BKPP Kudus, Hendro Muswinda mengatakan, bagi peserta yang merasa kehilangan dapat datang ke kantor BKPP untuk mengambil barang-barangnya.

Pasalnya sampai saat ini masih ada ratusan benda‎, misalnya pulpen, jepit rambut, ikat pinggang, uang, KTP, dan jimat.

78 Tahun Bakrie Group Berdiri, Mertua Nia Ramadhani Pernah Bangkrut: Saya Lebih Miskin dari Pengemis

Tika Bravani Pemeran Denok di Tukang Ojek Pengkolan Hilang Peran, Emak Mae Sampai Mengunjunginya

BREAKING NEWS: Kecelakaan Beruntun Motor Mahasiswi VS Truk di Nogosari Boyolali, Ini Kronologinya

Ahli dari Harvard Ragu Virus Corona Tak Menyebar di Indonesia, Khawatir Tak Terdeteksi

"Kami imbau untuk segera mengambilnya ke kantor jika ada yang merasa kehilangan.

Jika tidak diambil maka akan kami serahkan ke Inspektorat," kata dia, di kantornya, Senin (10/2/2020).

Dari sejumlah barang yang tertinggal itu, puluhan benda lainnya menyerupai jimat juga disimpan hasil razia petugas.

Jimat itu bentuknya bermacam-macam, mulai dari beras, garam, kacang hijau dan kemenyan yang disimpan di kantong peserta.

"Totalnya puluhan jimat, saat penggeledahan kami tahan termasuk ada yang bawa kemenyan.

Tapi pesertanya tetap bisa mengikuti tes," ujar dia.

Menurutnya, dari total jumlah peserta sebanyak 7.687 orang, peserta yang hadir hanya 6.988 orang pada pelaksanaan tes selama lima hari tersebut.

Sedangkan 699 orang lainnya tidak hadir dalam pelaksanaan tes tersebut tanpa ada keterangan.

‎"Peserta yang tidak hadir ada sekitar 699 orang, alasannya saya kurang paham karena tidak ada keterangan," ujarnya.

‎Sedangkan peserta dari disabilitas yang berjumlah sebanyak 12 orang selama pelaksanaan tersebut hadir semuanya.

Menurutnya, panitia seleksi tidak menerima apapun alasannya jika peserta tidak bisa hadir saat pelaksanaan.

"Pada saat pelaksaan kami tetap prioritaskan, misalnya sakit, sedang hamil atau disabilitas dipersilakan masuk dulu," katanya. (raf)

Forkopimda dan Pejabat di Sragen Serempak jadi Pembina Upacara di 80 Sekolah, Ini Arahannya

27,23 Persen Pelajar di Indonesia Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Pendapatan Sektor Wisata di Kabupaten Pekalongan Tahun 2019 Capai Rp 6 Miliar

Pengunjung Pantai Istambul Kian Ramai, Penghasilan Nelayan di Tambakbulusan Demak Naik 60 Persen

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved