Kasus Pencucian Uang Jateng

Modus Baru Pencucian Uang Diungkap BNN Jateng - Iqbal Punya Banyak e-KTP Resmi untuk Buka Rekening

Jejak terpidana kasus pengedaran narkotika jenis sabu yakni Cristian Jaya Kusuma atau dikenal Sancai pada 2017 lalu, masih berbuntut hingga saat ini.

Modus Baru Pencucian Uang Diungkap BNN Jateng - Iqbal Punya Banyak e-KTP Resmi untuk Buka Rekening - modus-cuci-uang-jateng-1.jpg
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan gelar pengungkapan tindak pidana pencucian uang yang berawal dari tindak pidana narkotika jaringan Dedi Kenia Setiawan dan Christian Jaya Kusuma di Kantor BNN Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Senin (10/2/2020).
Modus Baru Pencucian Uang Diungkap BNN Jateng - Iqbal Punya Banyak e-KTP Resmi untuk Buka Rekening - cuci-uang-jateng-1.jpg
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Gelar pengungkapan tindak pidana pencucian uang yang berawal dari tindak pidana narkotika jaringan Dedi Kenia Setiawan dan Christian Jaya Kusuma di Kantor BNN Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Senin (10/2/2020).
Modus Baru Pencucian Uang Diungkap BNN Jateng - Iqbal Punya Banyak e-KTP Resmi untuk Buka Rekening - cuci-uang-jateng-2.jpg
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Gelar pengungkapan tindak pidana pencucian uang yang berawal dari tindak pidana narkotika jaringan Dedi Kenia Setiawan dan Christian Jaya Kusuma di Kantor BNN Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Senin (10/2/2020).
Modus Baru Pencucian Uang Diungkap BNN Jateng - Iqbal Punya Banyak e-KTP Resmi untuk Buka Rekening - cuci-uang-jateng-3.jpg
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Gelar pengungkapan tindak pidana pencucian uang yang berawal dari tindak pidana narkotika jaringan Dedi Kenia Setiawan dan Christian Jaya Kusuma di Kantor BNN Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Senin (10/2/2020).

"Masing-masing nomor rekeningnya berbeda karena pelaku mengantongi banyak identitas yang benar-benar valid dari Disdukcapil," jelas Brigjen Pol Benny kepada Tribunjateng.com, dalam ekpose di Kantor BNNP Jateng, Senin (10/2/2020).

Dalam pengembangan hingga saat ini, Iqbal diketahui memiliki beberapa kartu e-KTP dengan nama Juanda Bintaro Sibuea.

Dengan nama tersebut, Iqbal berhasiil membuka dua rekening di BCA.

Sementara dengan nama Iqbal sendiri, pelaku dapat membuka tiga rekening di perbankan yang sama.

Viral Bocah Tunggangi Motor Plat Merah di Pekalongan, Ini Langkah Wakil Wali Kota

PSIS Semarang Masih Cari Lawan, 16 Februari Gelar Uji Coba Kedua, Liluk: Rencana Klub Liga 2

Heboh Warga Diduga Keracunan di Banyumas - Sinah Mengeluh Pusing Seusai Santap Menu Selamatan

Video Tukang Tambal Ban Meninggal Terkena Ledakan Kompresor

"Jaringan ini cukup berbahaya karena terbukti dapat mengelabui sejumlah bank nasional untuk membuka rekening dengan identitas ganda atau palsu," jelasnya.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Benny juga merasa heran karena pelaku bisa menembus sistem administrasi kependudukan di Disdukcapil.

Pasalnya, tiap NIK yang dimiliki Iqbal semuanya terdaftar dalam database Disdukcapil.

"Uang hasil transaksi sabu dari sindikat Sancai ini berhasil diputar dari satu rekening ke rekening lainnya oleh Iqbal."

"Maka, pelaku akan dikenai Pasal 3 subsider Pasal 4 subsider Pasal 5 subsider Pasal 10 juncto Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU."

"Ancaman hukumannya, maksimal 20 tahun penjara," tegas Brigjen Pol Benny.

Halaman
123
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved