Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Longsor Putus Akses Desa Rahtawu Kudus, Batu Besar dan Material Tanah Tutupi Jalan

Bencana longsor mengakibatkan putusnya akses jalan di Dusun Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu (12/2/2020) siang.

Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
IST
Longsor Putus Akses Jalan Desa Rahtawu Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bencana longsor mengakibatkan putusnya akses jalan di Dusun Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu (12/2/2020) siang.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja material longsor menutup ‎satu-satunya akses jalan ke dusun tersebut.

Kepala BPBD Kudus, Bergas C mengatakan, jika hujan deras yang terjadi pada hari sebelumnya mengakibatkan tanah di lokasi menjadi gembur.

Viral di Media Sosial Video Siswi SMP di Purworejo Dibully Tiga Siswa, Polisi Bentuk Tim Khusus

Tangis Remaja Perempuan WNI Eks ISIS di Suriah, Menangis Histeris Rindukan Suasana Damai Indonesia

Kronologi Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu vs Truk di Madiun, Sopir Diduga Mengantuk

5 Hari Tersesat di Hutan, Deki Bertemu Gadis Kecil dan Pria Misterius yang Hilang Didekati

Sehingga hal tersebut menyebabkan tanah longsor walau tidak sedang dalam keadaan hujan.

"Tanah yang tidak kuat menahan karena hujan deras pada hari sebelumnya membuat terjadinya longsor," ucapnya, Rabu (12/2/2020) sore.

Beruntung, saat kejadian tidak ada orang yang melintasi jalan saat batu dari tebing setinggi belasan meter tersebut longsor menutupi jalan.

Selain itu lokasi longsor juga cukup jauh dari keramaian, sehingga tidak terlalu berdampak pada objek pariwisata pemandian alami.

"Lalu lintas warga yang paling ramai memang masih jauh dari lokasi kejadian. Sehingga kebetulan tidak ada pengendara yang melintas," lanjutnya.

Kendati demikian atas kejadian tersebut, kata Bergas, warga dukuh setempat untuk sementara belum bisa melintas karena harus menunggu proses pembersihan jalan dari material longsor.

Tim relawan masih melakukan pembersihan material secara manual menggunakan jack hammer (penghancur beton).

Pasalnya penggunaan alat berat tidak memungkinkan untuk menjangkau lokasi.

"Akses jalan menuju lokasi terlalu sempit, tapi kami terjunkan sepuluh orang relawan dibantu warga sekitar," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya berharap masyarakat sekitar lebih waspada dengan bencana tanah longsor.

Terutama masyarakat yang rawan terjadinya longsor saat curah hujan tinggi.

"Kami mengimbau masyarakat harus lebih waspada terhadap bencana alam yang mungkin terjadi saat musim hujan," ujarnya. (raf)

Hasil Swab Tenggorokan Negatif, Pasien Pengawasan Virus Corona di Tegal Tidak Lagi Diisolasi

AHM Hadirkan Varian Warna Baru pada Skutik Premium Honda PCX

Tandatangani Serah Terima Pasar Banjaran, Umi Berharap Ada Investasi Baru Lagi di Kabupaten Tegal

Pantau Tes SKD CPNS, Bupati Batang Wihaji Tegaskan Tidak Ada Peserta Titipan dan KKN

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved