Breaking News:

Berita Karanganyar

Pekan Depan DKK Karanganyar Sambangi Desa Gawanan, Ambil Sampel Darah Warga dan Hewan Ternak

Rencananya pengambilan sampel manusia dan hewan di sekitar lokasi penyebaran penyakit leptosirosis dilakukan pada pekan depan oleh DKK Karanganyar.

TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Medik Veteriner Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Fathurrahman. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - DKK Karanganyar akan mengambil sampel darah manusia dan hewan untuk mendeteksi penyebaran penyakit leptospirosis di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun Tribunjateng.com dari DKK Karanganyar, mulai Januari hingga saat ini tercatat terjadi sebanyak tujuh kasus leptospirosis dengan lima orang meninggal dunia.

Kasus tersebut tersebar di Kecamatan Colomadu, Jaten, Tasikmadu, dan Kebakkramat.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, TKI Asal Batang Meninggal di Hongkong, Besok Dipulangkan

Mulai April, Penataan Kawasan Stasiun Tegal, Termasuk Taman Pancasila

Bantu Selesaikan Masalah Investasi Pasar Rejosari Salatiga, Kejari Bentuk Pendamping Hukum

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Karanganyar, Katarina Iswati mengatakan, pengecekan penyebaran penyakit leptospirosis di Colomadu dilakukan lantaran selama tiga tahun terakhir selalu terjadi kasus di wilayah tersebut.

Hingga awal tahun ini saja, sudah ada dua kasus dengan satu orang meninggal dunia.

Guna penanganan penyebaran penyakit itu, DKK Karanganyar, Dinkes Jateng, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, beserta Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan akan melakukan pengecekan di wilayah tersebut.

Medik Veteriner Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Fathurrahman mengatakan, rencananya pengambilan sampel pada manusia dan hewan di sekitar lokasi penyebaran penyakit leptosirosis dilakukan pada pekan depan.

Dijelaskannya, yang diambil sampel darah pada manusia, tikus, dan hewan di sekitarnya apabila ada seperti sapi, kambing, domba, kucing, dan anjing.

"Targetnya sampel darah pada manusia yang diambil sebanyak 30. Kalau hewan sesuai kondisi lingkungan."

"Rencanannya dilakukan pekan depan, tapi harinya belum tahu," katanya saat ditemui Tribunjateng.com di ruang kerjanya, Kamis (13/2/2020).

Satpol PP Kota Semarang Minta Maaf, Pembangunan Gerai Starbucks Museum Mandala Bhakti Bisa Dilanjut

Dewangga Mulai Absen Latihan Bareng PSIS Semarang, Terbang ke Jakarta, Gabung TC Timnas Indonesia

83 Desa Belum Bikin Perdes Pengelolaan Sampah, DLH Kabupaten Semarang: Tahun Ini Harus Ada

Sambungnya, pengambilan darah pada manusia dilakukan pihak Puskesmas setempat.

Sedangkan pihaknya mengambil sampel darah pada hewan.

Setelah dilakukan uji sampel akan diketahui apakah darah tersebut mengandung bakteri leptospira.

Sesuai hasil koordinasi bersama DKK Karanganyar, pengambilan sampel dilakukan di Desa Gawanan.

"Tahunya nanti saat diambil sampelnya, apakah sampel itu terpapar bakteri leptospira atau tidak," pungkasnya. (Agus Iswadi)

Presiden Palestina Tolak Berdamai dengan Israel, Nilai Donald Trump Salahi Konstitusi AS

Pilpres AS 2020 - Menangi Primary New Hampshire, Bernie Sanders Penantang Terkuat Donald Trump

Ganjar Kaget Dianggap Ngelawak, Ajakan Tanam Pohon di Lahan Rusak

Kasus Dugaan Korupsi Proyek Ruang Operasi RSUD, Djoko Sugeng Resmi Ditahan Kejari Sragen

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved