Breaking News:

Virus Corona Jateng

Pemkab Purbalingga Minta Pemprov Jateng Proporsional Bagikan Alat Rapid Tes Virus Corona

Tingginya kasus virus corona di kabupaten Purbalingga tidak sebanding dengan pendistribusian tes rapid dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

ISTIMEWA
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kiri) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo (kanan) mengecek alat rapid test yang akan dibagikan ke OPD corona di Jateng 

TRIBUJATENG.COM, PURBALINGGA - Tingginya kasus virus corona di kabupaten Purbalingga tidak sebanding dengan pendistribusian tes rapid dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Kabupaten Purbalingga hanya mendapatkan jatah tes rapid dari Pemerintah Provinsi sebanyak 85 alat.  

Sekda Kabupaten Purbalingga  Agus Winarno, meminta Pemerintah Provinsi Jateng  proporsional dalam mendistribusikan rapid test untuk penanganan virus corona.

Paru-paru Jadi Incaran Virus Corona, Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Menjaga Kesehatannya

Pria Berbaju Loreng Hadang dan Gebrak-gebrak Mobil Bupati Tulungagung: Anak Saya Tak Bisa Makan!

Sebelum Membunuh Gadis Pagar Ayu, Tersangka UI Sempat Minta Maaf, Terungkap Masa Lalunya

WHO Sebut Virus Corona di Asia Baru Permulaan: Ini Akan Jadi Pertempuran Jangka Panjang

Data tertulis Pemerintah Kabupaten Purbalingga  yang diterima tribunbanyumas.com, pasien positif virus corona  berjumlah 5 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  53 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.486 orang.

“Mohon kepada Pemprov Jateng untuk proporsional dalam distribusi rapid test,” kata Agus saat rapat virtual dengan Pj Sekda Jateng, Selasa (31/3/2020).

Menanggapi hal tersebut PJ Sekda Jateng Herru Setiadhie mengatakan  permitaan dari Kabupaten Purbalingga akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.

“Permohonan dari Pemkab Purbalingga akan kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Jateng,” ujarnya.

Terpisah Direktur RSUD Goeteng Tarunadibrata,  Nonot Mulyono, mengatakan penggunaan rapid test yang  ada hanya digunakan petugas medis terpapar dengan pasien positif corona.  

"Jadi petugas  sebelumnya tidak tahu pasien yang diperiksa positif corona.

Jadi sudah kontak langsung.

Itulah yang kami lakukan rapid tes di rumah sakit, " ujarnya saat dihubungi tribunbanyumas.com.

Nonot menuturkan rapid test yang didapat RSUD Goeteng terbatas. 

Pihak RSUD hanya mendapatkan 30 rapid test. 

"Jadi kalau PDP yang dirawat, kami mengetesnya menggunakan swab," tuturnya. (rtp)

Kapal Pembawa 20 Ribu Ton Gula Kristal Mentah dari Thailand Sudah Sandar di Pelabuhan Tanjung Emas

Saat Tentara Lain Berjibaku Bangun Sarana Umum, Ini yang Dilakukan Tim Keslap di Rowosari Tembalang

Waduh, Tempat Cuci Tangan Antisipasi Virus Corona Malah Dipakai PKL Menara Kudus Mencuci Alat Dapur

Rental PS Ini Masih Bandel Buka di Tengah Wabah Virus Corona, Satpol PP Tindak Tegas Alatnya Disita

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved