Breaking News:

Virus Corona Jateng

Realokasi Anggaran Penanganan Virus Corona, Akademisi : Perlu Transparansi

Selain membahas masalah kebijakan pemerintah dalam menangani virus corona atau covid-19, Kobar juga membahas mengenai realokasi anggaran.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
Freepik
Ilustrasi Virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selain membahas masalah kebijakan pemerintah dalam menangani virus corona atau covid-19, Kobar juga membahas mengenai realokasi anggaran.

Hal itu disampaikan oleh dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Maya Dina Rahma Musfiroh.

Menurutnya, pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan mengenai realokasi di antaranya Intruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19 Tahun 2020, dan Pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini.

Paru-paru Jadi Incaran Virus Corona, Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Menjaga Kesehatannya

Pria Berbaju Loreng Hadang dan Gebrak-gebrak Mobil Bupati Tulungagung: Anak Saya Tak Bisa Makan!

Sebelum Membunuh Gadis Pagar Ayu, Tersangka UI Sempat Minta Maaf, Terungkap Masa Lalunya

Selain Wabah Corona, Waspadai Ancaman Fenomena Tahunan Ini di Jawa Tengah

"Aturan itu, menurut kami cukup untuk jadi acuan dalam realokasi anggaran.

Nah, yang perlu diperhatikan adalah tranparansi mengenai rencana penggunaan anggaran itu.

Di Jawa Tengah, ada beberapa kota/kabupaten yang sudah merilis anggaran tersebut," ungkapnya.

Maya mencatat, ada 11 kabupaten/kota yang sudah merilis rencana anggaran penanganan covid-19.

Empat di antaranya adalah Kabupaten Demak, Pati, Semarang, dan Kota Semarang.

"Kami menduga, kelambanan pemerintah daerah dalam menentukan anggaran penanganan covid-19 ini ada beberapa hal, yakni masih melihat keadaan daerahnya masing-masing.

Ada juga yang masih menunggu secara teknis aturannya, bisa juga karena kepanikan," tuturnya.

Dia juga menyampaikan, mengutip rilis di website Humas Provinsi Jateng, telah menyiapkan dana Rp 1,4 Triliun untuk menangani masalah pandemik virus corona di Jateng.

"Kalau dalam hitungan kami, paling tidak untuk pos anggaran jaring pengaman sosial ekonomi, sembako, dan sebagainya karena pandemik ini potensi yang dibutuhkan yakni dana sebesar Rp 4,3 Triliun untuk Jawa Tengah," tutur mantan Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggraran (Fitra) Jateng itu.

Dia melihat, kelompok yang paling terdampak secara ekonomi adalah satu di antarnya nelayan.

"Harga jual ikan hari ini itu menurun drastis. Untuk ikan tenggiri sekarang harganya ada di kisaran Rp 30-40 ribu perkilo.

Selain nelayan, kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah usia renta dan difabel," tuturnya. (kan)

Bupati Sragen Resah Tak Ada Juklak dan Juknis Pergeseran Anggaran untuk Pencegahan Virus Corona

Cegah Penyebaran Virus Corona, Bupati Pekalongan Batasi Jam Operasional Pasar Kajen dan PKL

Sambil Panggul Tangki Semprotan Disinfektan, AKBP Rudy Cahya : Semoga Ini Segera Berlalu

Pemkab Purbalingga Minta Pemprov Jateng Proporsional Bagikan Alat Rapid Tes Virus Corona

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved