Berita Solo

Pemilik Kos di Solo Dilarang Terima Penghuni Baru, Jika Ngeyel Rudy Ancam Cabut Izin

Pemkot Solo mengimbau pemilik indekos atau kos di Solo, Jawa Tengah, untuk sementara tak menerima penghuni baru di tengah pandemi corona ( Covid-19).

Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
 Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Selasa (31/3/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Solo mengimbau pemilik indekos di Solo, Jawa Tengah, untuk sementara tak menerima penghuni baru di tengah pandemi corona ( Covid-19).

"Jadi, saya peringatkan pemilik kos untuk sementara waktu tidak menerima penghuni baru," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/4/2020).

Rudy tak segan-segan mencabut izin indekos apabila imbauan tersebut tak diindahkan pemilik kos.

Viral Jenazah-jenazah Pasien Corona di New York Amerika Dimasukan Dalam Truk Pendingin

6 Ciri Corona Tanpa Gejala Demam Tinggi dan Batuk: Terasa Lelah hingga Sakit Perut

Lippo Plaza Mampang Jakarta Diubah Jadi Rumah Sakit Corona, Fasilitas Sama dengan Wisma Atlet

Cara Membuat Disinfektan: Bahan, Takaran, Hal yang Diperhatikan, dan Cara Penggunaan

Desa di Banyumas Ini Siap Terima Jenazah Pasien Corona yang Ditolak, Ganjar Beri Apresiasi

MUI Jateng: Peniadaan Sholat Jumat Berlanjut hingga Tanggap Darurat Corona Dicabut

"Kalau nanti penghuni baru ada di situ (indekos) tidak lapor ke RT/RW, Lurah atau Camat mungkin nanti akan dicabut untuk izin kos-kosannya," ujarnya.

Selain melarang sementara pemilik indekos menerima penghuni baru, Pemkot Solo juga melakukan pembatasan jam operasional tempat hiburan, pusat perbelanjaan (mal), hotel hingga gedung pertemuan sampai 12 April 2020 mendatang.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Surakarta Nomor: 510/726 tentang Perpanjangan Pembatasan Jam Operasional Tempat Hiburan, Pusat Perbelanjaan/Mal, Mal Ritail, Pasar Modern, Pusat Kuliner, Gedung Pertemuan, dan Hotel dalam Hal Tindak Lanjut Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Solo.

Perpanjangan pembatasan jam operasional tersebut juga berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI No 440/2436/SJ/2020 tentang Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Kemudian, Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomo Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Covid-19.

"Jam operaisonal tempat hiburan, pusat perbelanjaan/mal, retail, pasar modern, pusat kuliner mulai pukul 11.00 WIB-20.00 WIB dan menerapkan social distancing," katanya. 

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo Ahyani mengatakan, jumlah warga Solo yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus bertambah.

Berdasarkan data perkembangan Rabu (1/4/2020) siang, jumlah ODP tercatat ada 221 orang, bertambah menjadi 232 orang.

Viral Kaka Slank Ajak Masyarakat Indonesia di Rumah Aja, Netizen: Salam Piss

Kemudian jumlah PDP tercatat menjadi 32 orang.

Dari 32 tersebut, Rudy merinci 13 masih menjalani perawatan, 14 negatif dan lima orang meninggal dunia.

"Memang masih ada penambahan ODP dan PDP. Ini menjadi perhatian kita karena ODP dan PDP adalah orang yang kemungkinan harus dirawat agar tidak semakin akut dan meningkat penyakitnya.

Dan masyarakat harus waspada agar ke depan tidak bertambah lagi," tutur Ahyani.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terima Penghuni Baru di Tengah Pandemi, Izin Indekos di Solo Bakal Dicabut"

Mahasiswa UNS Solo Torehkan Prestasi di Sulawesi Tenggara

TNI dan Warga Terus Kebut Rehab Rumah Mbah Manis dalam TMMD Pekalongan

Waspada Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Wilayah, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jateng Hari Ini

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved