Berita Kendal

60 Napi Lapas Kendal Bebas Lewat Asimilasi Cegah Corona, 11 Langsung Pulang

Sebanyak 60 narapidana Lapas Kelas IIA Kendal akan dibebaskan melalui program asimilasi Kemenkumham dalam rangka pencegahan virus corona.

TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Lapas Kendal Samsul Hidayat 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 60 narapidana Lapas Kelas IIA Kendal akan dibebaskan melalui program asimilasi Kemenkumham dalam rangka pencegahan dan penanggulangan virus corona.

Kepala Lapas Kendal, Samsul Hidayat mengatakan,  11 di antaranya sudah dipulangkan pada Rabu (1/4/2020).

Sisanya akan dipulangkan pada akhir pekan ini.

Dikabarkan Hilang Setelah Ungkap Virus Corona Pertama di Wuhan, Dokter Ai Fen Muncul, Ini Curhatnya

Ardi Bakrie Akui Nia Ramadhani Sering Mengalah Saat Bertengkar Dengannya

Viral Pria di Solo Bagi-bagi Sembako Kendarai Sedan Mewah, Tukang Becak: Alhamdulillah Pas Sepi

Ganjar Tanya Bahaya Makamkan Jenazah Positif Corona, Netizen: Aman Tidak Tulari Jenazah Sebelahnya

"Kemarin kami bebaskan 11 napi yang sudah mempunyai SK pembebasan bersyarat namun belum waktunya dibebaskan melalui asimilasi. Sisanya besok kalau tidak Jumat dan Sabtu bertahap," terang Samsul, Kamis (2/4/2020) di kantornya.

Pengeluaran dan pembebasan tersebut berdasar Permenkumham No. 10/2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19 serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Sebanyak 60 dari 247 narapidana yang ada telah melalui verifikasi data sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Pertama, narapidana yang mendapatkan asimilasi merupakan napi dari tindak pidana umum, bukan teroris, kasus narkotika, koruptor, maupun kasus kejahatan transnasional.

Kriteria lain telah melaui masa tahanan 2/3 dari jumlah hukuman tertanggal 31 Desember 2020 nanti.

Proses pemberian asimilasi diawali dengan verifikasi data untuk menentukan kriteria napi yang masuk.

Pihaknya kemudian memanggil pendamping disertai pemberian pernyataan tempat dia tinggal, kontak penjamin, dan menuliskan pernyataan untuk bersedia melakukan asimilasi di rumah masing-masing tanpa keluyuran.

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved