Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Produsen Perlengkapan Mendaki di Karanganyar Beralih Memproduksi APD

Produsen perlengkapan mendaki gunung beralih memproduksi APD untuk membantu ketersediaan alat medis guna penanganan virus corona atau covid-19.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Produsen perlengkapan mendaki gunung beralih memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) untuk membantu ketersediaan alat medis bagi petugas kesehatan guna penanganan virus corona atau covid-19.

Dari pantauan Tribunjateng.com di pabrik yang berada di Desa/Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar, tampak puluhan karyawan sedang sibuk menjahit bagian-bagian baju dan merangkai bagian pelindung kepala yang digunakan untuk APD.

Pemilik Pabrik, Yuis Setiawan menceritakan, wabah virus corona berdampak besar terhadap pasar perlengkapan mendaki gunung yang biasa diproduksinya di sejumlah wilayah.

Napi Narkotika Bebas karena Corona, BNNP Jateng: Jika Mengulangi, Kita Tangkap Lagi

Satu Pasien Positif Corona Asal Pati Dirawat di RSUD Moewardi Solo, 2 PDP di Pati dan Semarang

Sebelum Terbakar, Mobil Wakil Jaksa Agung Menabrak Median Jalan di Tol Jagorawi

Dinkes Kebumen: Masyakarat yang Positif Corona dari Rapid Test Jangan Panik, Masih Ada Uji Swab

Beberapa suplier di Jakarta, Yogyakarta dan Solo terpaksa menutup toko karena kesulitan membayar barang pesanan lantaran lesunya minat beli dari konsumen sejak mewabahnya virus corona.

"Karena suplier menghentikan pesanan. Jadi ada dua pilihan PHK karyawan atau membuat sesuatu yang sedang dibutuhkan seperti APD. Kami mulai produksi sejak Senin (30/3/2020)," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (4/4/2020).

Sambung Yuis, sejak mewabahnya corona, ia terpaksa merumahkan sejumlah 50 karyawan dan mempertahankan sekitar 20 karyawan untuk memproduksi APD. Dalam memproduksi baju APD ia menggunakan bahan baku kain jenis spunbond 70-75 GSM.

Yuis menjual perlengkapan APD tersebut secara bebas. Namun ia lebih mengutamakan para konsumen yang memesan untuk didonasikan ke sejumlah rumah sakit. Pasalnya saat ini ketersediaan APD terbilang terbatas.

"Pemesan ada dari asosiasi dan pengusaha. Sampai saat ini sudah ada 5.000 pesanan yang akan didonasikan di wilayah Solo, Karanganyar, Jakarta dan Palembang," terangnya.

Harga satu baju APD biasa dan pelindung kepala dibandrol sekitar Rp 70 ribu. Sedangkan baju APD berbahan parasit dan pelindung kepala dibandrol senilai Rp 80 ribu.

Dijelaskannya, sebelum memproduksi secara massal, sample baju APD tersebut diajukan ke beberapa dokter dan perawat di Solo dan Semarang untuk mendapatkan rekomendasi.

"Ini sudah sesuai standar, sudah mendapat rekomendasi dari teman-teman perawat dan dokter di Solo dan Semarang," ujarnya.

Yuis menambahkan, asosiasi toko perlengkapan mendaki gunung rencanannya akan mendonasikan sejumlah 500 APD yang akan disalurkan ke rumah sakit wilayah Karanganyar, Solo dan Jakarta.

Mengingat para karyawan masih menyesuaikan dan belum terbiasa memproduksi APD, dalam sehari para karyawannya hanya bisa memproduki sekitar 400 APD sehari. Yuis mentargetkan, nantinya dapat memproduksi sejumlah 1.000 APD dalam sehari. (Ais)

Pemkab Kudus Siapkan Rp 10 Miliar Untuk Insentif Dokter‎ Yang Menangani Covid-19

Update Corona 4 Maret 2020 Indonesia: Pasien Positif Tembus 2.092 Orang, 191 Meninggal

UPDATE Pasien Positif Corona di Indonesia Tembus 2.092, Ini Peta Persebarannya di 32 Provinsi

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved