VIrus Corona Jateng

Satu PDP Corona Usia 39 Tahun Asal Adiwerna Tegal Meninggal Dunia, Ada Riwayat dari Bali

Satu orang PDP Corona dari Kecamatan Adiwerna, yang dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi sejak empat hari lalu, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (4/4

ISTIMEWA
Juru Bicara penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, Joko Wantoro, saat memberikan keterangan perkembangan kasus Corona di Kabupaten Tegal, berlokasi di studio mini Pemkab Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari Kecamatan Adiwerna, yang dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi sejak empat hari lalu, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (4/4/2020) pagi tadi. 

PDP berjenis kelamin laki-laki dan berusia 39 tahun tersebut diketahui sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari daerah pandemi Corona. 

Informasi ini disampaikan Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, sore tadi.

Mobil Sport Nissan GT-R R35, Butuh Kemampuan Khusus untuk Mengemudikannnya

Satu Pasien Positif Corona Asal Pati Dirawat di RSUD Moewardi Solo, 2 PDP di Pati dan Semarang

Update Corona 4 April 2020 Indonesia: Pasien Positif Tembus 2.092 Orang, 191 Meninggal

Sebelum Terbakar, Mobil Wakil Jaksa Agung Menabrak Median Jalan di Tol Jagorawi

Dinkes Kebumen: Masyakarat yang Positif Corona dari Rapid Test Jangan Panik, Masih Ada Uji Swab

Hasil tracking petugas kesehatan, ungkap Joko, menunjukkan pasien yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan dari Bali

Namun demikian, atas meninggalnya PDP ini, pihaknya belum bisa memutuskan penyebab kematiannya karena masih menunggu hasil tes swab.

“Tes swab sudah kami lakukan dua kali selama pasien dirawat di rumah sakit, terakhir kemarin hari Jumat, tapi sampai hari ini, hasilnya belum kami terima," ujar Joko, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (4/4).

Joko menyebut, PDP yang datang sendiri ke rumah sakit empat hari lalu dan tanpa rujukan Puskesmas ini, memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid yang sudah diderita sebelumnya seperti Tuberkulosis dan penyakit lainnya. 

Adanya sejumlah penyakit pendamping tersebut, urai Joko, menjadikan pihak rumah sakit belum bisa memastikan penyebab kematiannya, ditambah masih harus menunggu hasil uji laboratorium. 

Sementara untuk pengurusan jenazahnya, pihak rumah sakit telah menerapkan standar operasional prosedur penanganan jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19. 

Perihal kematian ini pun juga sudah diketahui keluarga dan pemerintah desa setempat, dimana warganya mengizinkan jenazah dimakamkan di kampung halamannya di Adiwerna hari ini juga.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved