Wabah Virus Corona
Corona Disebut Seperti Tragedi Pearl Harbor dan 9/11 Oleh Dokter Amerika
Wabah virus corona melanda ke berbagai belahan dunia, dirasa seorang jenderal dokter bedah di Amerika Serikat seperti tragedi Pearl Harbor dan 9/11
TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Wabah virus corona yang melanda ke berbagai belahan dunia, dirasa seorang jenderal dokter bedah di Amerika Serikat ( AS) seperti tragedi Pearl Harbor dan 9/11.
"Ini akan menjadi minggu yang paling sulit dan paling menyedihkan dalam kehidupan sebagian besar orang Amerika, terus terang."
"Ini akan menjadi 'momen Pearl Harbor' kita, 'momen 9/11' kita, hanya saja lingkupnya tidak lokal," ujar Jenderal Dokter Bedah Jerome Adams pada Fox News, dikutip via AFP Senin (6/4/2020).
• Viral Ojol 59 Tahun Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km, Tertipu hanya Ditinggali Sandal
• Dibully di Medsos, Yasonna: Bahasanya Jauh dari Adab Ketimuran, Sangat Mundur
• IDI Rekomendasikan Dokter Layani Pasien dengan Telemedicine untuk Hindari Corona
Dalam pengeboman Pearl Harbor yang terjadi pada 7 Desember 1941, 2.403 prajurit AS terbunuh dan 1.143 orang terluka.
Kemudian di tragedi 9/11 pada 2011 yang didalangi teroris Al-Qaeda, 2.996 korban tewas dan 25.000 orang luka-luka setelah 2 pesawat menabrak 2 gedung di kompleks World Trade Center.
Hingga Senin (6/4/2020) jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di AS hampr menyentuh angka 10.000, tepatnya 9.618 menurut penghitungan Worldometers.
Korban meninggal paling banyak di New York yakni 4.159, setelah sehari sebelumnya berada di angka 4.159.
Data tersebut diungkap oleh Gubernur New York Andrew Cuomo, yang dikutip dari AFP.
Namun New York pada Minggu (5/4/2020) juga mencatatkan angka kematian harian terendah akibat wabah virus corona. Terkait hal itu Cuomo enggan berspekulasi lebih jauh.
Ia mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah itu blip (hanya sementara).
New York yang biasanya tidak pernah tidur kini sepi, dengan jalan-jalan dan tempat keramaian yang sudah ditinggalkan orang.
Jurnalis AFP melaporkan ada sebuah pesan dibuat di lampu neon yang bertuliskan "2020. Untuk semua yang berjuang menyelamatkan nyawa kami. Terima kasih".
Presiden Donald Trump telah memperingatkan tentang angka kematian yang akan "mengerikan".
Kemudian Johns Hopkins University mengatakan, data terbaru mencatat lebih dari 1.200 orang meninggal karena kompikasi virus corona dalam sehari.
Lalu pejabat kesehatan AS, Anthony Fauci, menerangkan korban meninggal virus corona bisa mencapai 200.000 orang jika mitigasi yang mereka lakukan tak berhasil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/virus-corona-3.jpg)