Breaking News:

Wabah Virus Corona

Kerajaan Arab Saudi Larang Sholat Tarawih di Masjid Selama Masih Ada Wabah Virus Corona

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuat kebijakan baru melarang warganya sholat tarawih di masjid selama masih ada wabah virus corona covid-19.

Editor: m nur huda
ABDEL GHANI BASHIR/AFP
Masjidil Haram Mekkah disterilisasi dari Virus Corona. Pemerintah Arab Saudi melakukan pelarangan kegiatan ibadah umroh. 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuat kebijakan baru melarang warganya sholat tarawih di masjid selama masih ada wabah virus corona covid-19.

Adanya kebijakan tersebut, dipastikan masjid-masjid di Arab Saudi yang biasanya padat atau ramai saat Ramadan, namun ramadan 2020 pada tahun ini dipastikan akan sepi.

Warga Arab Saudi diperintahkan untuk sholat tarawih di rumah saja.

Perintah untuk melaksanakan sholat tarawih di rumah saja ini disampaikan Menteri Urusan Keislaman Kerajaan Arab Saudi, Dr. Abdul Latif Al-Sheikh.

30 Orang di Salatiga Terjangkit DBD, Sebagian Anak-anak

Ratu Tisha Mundur dari Sekjen PSSI Setelah Dikritik Dua Ketua Umum di DPR

Artis Senior Tio Pakusadewo Ditangkap atas Kasus Narkoba Lagi

Dewan Minta Pemkot Tegal Daftarkan Karyawan PHK Dapat Bantuan

Seperti dikutip dari koran Al Riyadh, Minggu (12/3/2020), Al-Sheikh mengatakan bahwa tarawih saat Ramadan hanya akan dilakukan di rumah selama larangan salat berjemaah di masjid, termasuk salat fardu lima waktu, masih berlaku.

"Penangguhan salat berjemaah lima waktu di masjid lebih penting dari pada penangguhan salat tarawih. Kami memohon kepada Allah untuk menerima ibadah tarawih kita, baik dilakukan di masjid, atau di rumah, karena itu yang terbaik bagi kesehatan masyarakat," kata Al-Sheikh.

"Kami memohon kepada Allah yang Maha Esa untuk menerima doa kita semua dan melindungi manusia dari wabah yang menimpa dunia ini," lanjut dia lagi.

Selain mengumumkan soal sholat tarawih, Al-Sheikh juga membuat aturan mengenai pelaksanaan salat jenazah.

Jemaah salat jenazah hanya boleh 5-6 orang dari keluarga mayat dan hanya dilakukan di pemakaman. Anggota keluarga lainnya bisa salat gaib di rumah.

"Ini adalah tindakan pencegahan sejalan dengan larangan berkumpul, sehingga doa pemakaman yang dilakukan di pemakaman tidak boleh melebihi lima hingga enam kerabat almarhum, dan sisanya berdoa di rumah mereka," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved