Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Mahasiswa Umku Kudus Relawan Karantina Covid-19 Akan Dapat Nilai A

Sedikitnya 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku) akan menjalankan misi kemanusiaan menjadi relawan Covid-19 di tempat karantina.

Penulis: raka f pujangga | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Novia Setyaning Putri dan Muslihatus Saadah ‎mahasiswi Profesi Nurse Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku) siap menjadi relawan covid-19, Selasa (14/4/2020).‎ 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sedikitnya 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku) akan menjalankan misi kemanusiaan menjadi relawan Covid-19 di tempat karantina.

‎Selain memotivasi mereka, Umku juga menyiapkan hadiah berupa nilai A dan piagam penghargaan untuk mahasiswa‎ tersebut.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Al Islam Kemuhammadiyahan dan Humas Umku, Anny Rosiana mengatakan ada nilai A untuk mahasiswa yang terjun menjadi relawan Covid-19.

Israel Ranking 1 Tempat Teraman dari Serangan COVID-19, Ternyata Kebiasaan Ini yang Jadi Penyelamat

Tahukah Anda, 4 Mantan Artis Cilik Ini Beralih Jadi Dokter, Inilah Kabarnya Saat Ini

Sudah Hamil, Wanita Ini Masih Kena Tipu Pacarnya Rp 70 Juta

Inilah Kondisi Terbaru Menhub Budi Karya Setelah Dirawat Karena Positif Virus Corona

Nilai tersebut akan diberikan untuk mata kuliah yang belum keluar, bukan merevisi nilai yang sudah ada.

"Nanti dilihat mahasiswa itu yang belum keluar nilai mata kuliah apa. Akan kami berikan nilai A di sana," jelas dia, Selasa (14/4/2020).

‎Dia menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar 40 sampai 50 orang mahasiswa yang mendaftar menjadi relawan.

"Nanti akan dibuat tiga shift, bergantian. Tahap pertama 15 orang, karena total kebutuhannya 48 mahasiswa jadi kami juga berbagi lima universitas yang lain," jelasnya.

Menurutnya, masih ada sekitar separuh yang sudah mengirimkan surat persetujuan dari orang tuanya.

"Mahasiswa yang ikut menjadi relawan harus mendapatkan persetujuan dari orang tua yang dibuktikan melalui surat," jelas dia.

Menurutnya, mahasiswa yang bertugas menjadi relawan tersebut juga akan mendapatkan alat pelindung diri (APD), vitamin, dan uang saku sebagai pengganti transport.

APD yang diberikan juga disarankan dipakai pada saat kondisi darurat untuk menangani kasus pasien dalam pengawasan (PDP).

Sedangkan saat bertugas di tempat karantina yang mayoritas pemudik merupakan orang dalam pemantauan (ODP) tidak perlu memakai APD.

"Karena APD jumlahnya terbatas dan hanya sekali pakai, maka dipakai hanya dalam kondisi darurat," jelasnya.

Mahasiswa itu akan mengikuti instruksi penugasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.

Hingga saat ini belum dijelaskan secara rinci tugas yang akan diberikan kepada mahasiswa tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved