Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Sempat Sembuh dari Virus Corona, 222 Orang di Korea Selatan Ini Kembali Terinfeksi Covid-19

Sekira 222 orang kembali dinyatakan positif corona padahal sempat dinyatakan sembuh, para ahli korea selatan tidak yakin

Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Re Klara Muhammad Cuba
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM - Kasus virus corona di Korea Selatan yang sempat mereda, kini bergulat dengan masalah baru mengenai sebaran covid019 tersebut.

Sekira 222 orang kembali dinyatakan positif corona padahal sempat dinyatakan sembuh, dan para ahli tidak yakin mengapa bisa terjadi. 

Terkait hal ini Dr Roh Kyung Ho, yang bekerja di Departemen Laboratorium Kedokteran di Rumah Sakit Asuransi Kesehatan Nasional Ilsan memberikan komentarnya.

"Kita dapat melihat ini sebagai masalah infeksi ulang atau masalah pengaktifan kembali," kata Dr Roh Kyung Ho dikutip Tribunnews dari Al Jazeera.

Hari Pertama PSSB Surabaya, Seorang ODP Kepergok Aparat Keluyuran ke Saudara 

Hari Kedua Pemberlakuan PKM di Semarang, Masih Banyak Warga Belum Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Amien Rais CS Ingin Ungkap Gerakan Terselubung Pemerintah Terbitkan Perppu Corona

Lebih lanjut, Dr Roh menerangkan, perbedaan antara dua kata itu, yaitu infeksi ulang atau reaktivasi, bisa menjadi kunci perjuangan global melawan Covid-19. 

Sederhananya, tambah Dr Roh, reaktivasi akan berarti bahwa seseorang dengan Covid-19 belum mampu melawan virus setelah terlihat menjadi lebih baik.

Menjadi terinfeksi ulang berarti seseorang telah pulih sepenuhnya, tetapi kemudian tertular virus lagi. 

"Kemungkinan besar virus itu diaktifkan kembali atau menginfeksi ulang karena fungsi kekebalan tubuh seseorang tidak mencukupi," jelas Dr Roh.

"Dalam kasus reinfections, ada kemungkinan seseorang pulih dari virus dan kemudian melakukan kontak dengan pembawa virus asimptomatik lainnya di masyarakat," tambahnya.

Para Peneliti Tak Yakin yang Pernah Memiliki Covid-19 bisa Tertular Lagi

Sebagai catatan, hanya delapan kasus baru dari virus yang dikonfirmasi di Korea Selatan antara 22-23 April 2020.

Hanya di bawah dua bulan setelah apa yang kemudian muncul sebagai puncak wabah pada 29 Februari 2020, ketika Korea Selatan melaporkan infeksi paling banyak di dunia di luar China. 

Tetapi dengan sekitar 78 persen dari mereka yang pernah dites positif sekarang dibebaskan dari karantina.

Para peneliti tetap tidak yakin tentang seberapa besar kemungkinan mereka yang pernah terkena Covid-19 untuk tertular lagi. 

Para ahli di Korea Selatan tampaknya tidak berpikir kesalahan terletak pada test kit mereka.

Sebagai catatan, test kit mereka sekarang diekspor secara massal.

Jual Mobil yang Akan Ditarik Leasing, Eep Ditembak Pembeli, Jasadnya Dibuang Ke Sungai Citarum

Jokowi Mudik ke Solo atau Tidak Tahun Ini? Berikut Kata Gibran

Cerita Menhub Budi Karya Tak Sadarkan Diri 14 Hari Saat Dirawat karena Virus Corona

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved