Virus Corona Jateng

Bupati Pati : Masyarakat Memang Butuh Cepat, tapi Pemkab Tak Boleh Kemrungsung

Mempertimbangkan efek jangka panjang persebaran Covid-19 di Kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto tidak ingin terburu-buru dalam menyalurkan bantuan da

TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Saiful Arifin di Pendopo Kabupaten Pati 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Mempertimbangkan efek jangka panjang persebaran Covid-19 di Kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto tidak ingin terburu-buru dalam menyalurkan bantuan dana maupun logistik kepada masyarakat.

Bantuan yang dimaksud ialah skema jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi virus corona.

"Para ahli memprediksi, bukan satu dua hari kita menghadapi wabah ini.

Dampaknya pasti akan lama bagi masyarakat, sedangkan sumber daya kita terbatas.

Refocusing APBD Rp 32 miliar yang kemudian ditambah menjadi Rp 139 Miliar itu juga uang rakyat yang pengelolaannya tak boleh sembrono, sebisa mungkin anggaran itu harus tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang," tegas Bupati Pati Haryanto dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (30/4/2020).

Haryanto khawatir, jika bantuan terburu-buru disalurkan, justru akan timbul dampak sosial jangka panjang yang merugikan.

"Masyarakat memang butuh cepat.

Namun, Pemkab tak boleh kemrungsung.

Kita tetap gerak cepat tapi dengan kehati-hatian," ujar dia.

Apalagi, menurut dia, penyaluran bantuan dalam skema jaring pengaman sosial itu sifatnya sensitif, rawan gesekan jika tidak tepat sasaran.

Halaman
123
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved