Breaking News:

Hari Buruh

Hari Buruh 1 Mei, Digelar Aksi Besar-besaran Secara Virtual di Semua Platform

Hari buruh 1 Mei, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan melakukan aksi secara virtual dalam Hari Buruh Internasional atau May Day

Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/M NUR HUDA
Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (29/9/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Hari buruh pada 1 Mei besok, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan melakukan aksi secara virtual di semua platform dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

Hari buruh pada peringatan tahun ini, buruh akan menyampaikan tiga tuntutan.

"Untuk Mayday besok kami tidak melakukan unjuk rasa atau aksi di tempat-tempat umum atau di gedung-gedung pemerintahan. Kami melakukan aksi di medsos," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI Riden Hatam Aziz, Kamis (30/4/2020).

Rishi Kapoor Meninggal Dunia Hari Ini di Usia 67 Tahun, Mengidap Penyakit Sejak 2018

Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara, Masa Kejayaan hingga Keruntuhan

Dua Oknum Anggota TNI Terbukti Pakai Narkoba, Dipasok dari Jaringan Nusakambangan

Ingin Mudik ke Jateng, 6 Penumpang Sembunyi di Bawah Kursi & Toilet Bus AKAP Tujuan Semarang

Riden mengatakan, FSPMI memahami kondisi pandemi Covid-19 yang tengah terjadi saat ini.

Karena itu, pihaknya tidak melakukan unjuk rasa di kantor-kantor pemerintahan ataupun tempat umum lainnya.

Hari Buruh tahun ini selain terjadi di tengah pandemi Covid-19 juga dalam suasana bulan suci Ramadhan.

Sebagai bentuk penghormatan, FSPMI tetap menyuarakan aspirasi tetapi melalui cara berbeda.

FSPMI melakukan aksi melalui laman Facebook, Twitter, Instagram dan grup WhastApp.

Tema peringatan Mayday kali ini "Penggalangan Dana for Solidarity Pangan dan Kesehatan".

Ada tiga tuntutan yang disampaikan FSPMI dalam aksi melalui media sosial tersebut, yakni menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, menolak PHK efek dari Covid-19 dan rumahkan buruh dengan gaji dan THR bayar penuh.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved