Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Semarang Diprediksi Jadi Episentrum Baru Penyebaran Corona? Ini Jawaban Hendi dan Ganjar

Achmad Yurianto yang menyebut Kota Semarang berpotensi menjadi episentrum baru kasus Covid-19 di Indonesia

Editor: galih permadi
Tribun Jateng/Re Klara Muhammad Cuba
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Achmad Yurianto yang menyebut Kota Semarang berpotensi menjadi episentrum baru kasus Covid-19 di Indonesia.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menanggapi prediksi pemerintah soal daerahnya yang dipimpinnya bakal jadi episentrum baru penyebaran virus corona di Indonesia.

Prediksi itu diharapkan Hendrar membuat masyarakat semakin disiplin dalam menjaga kesehatan.

Perampok Toko Emas Kepergok Beraksi di Waktu Tarawih, Dikepung Warga dan Polisi Keluarkan Tembakan

Fakta Baru Persidangan, Politisi PDIP Harun Masiku Berniat Suap Semua Komisioner KPU Rp 1,5 Miliar

Pemuda Magelang Ditangkap Polisi Gegara Sebar Hoaks di Grup Facebook

Ramai-ramai Tolak Rencana Masuknya 500 TKA Asal China ke Indonesia di Tengah Pandemi Corona

"Buat saya yang penting warga Semarang disiplin dalam SOP (standar operasional prosedur) protokol kesehatan dan jaga jarak.

Maka kita akan terhindar dari Covid-19 yang berkepanjangan," kata Hendrar di Semarang, Kamis (30/4/2020).

Selain berharap dari kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kesehatan, Pemerintah Kota Semarang sudah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) untuk menekan laju penularan virus corona.

Selama PKM berlaku, ada 16 posko aparat gabungan yang tersebar di Kota Semarang untuk mengingatkan warga agar tetap menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moch Abdul Hakam tidak menampik Ibu Kota Jawa Tengah bisa jadi episentrum penyebaran Covid-19.

Apalagi banyak rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 berada di Semarang. Hal ini membuat Semarang jadi lokasi berkumpul orang yang terjangkit virus corona se-Jawa Tengah.

"30 persen pasien Covid-19 yang dirawat merupakan warga dari luar Kota Semarang. Jadi tidak semuanya orang Semarang asli," ungkapnya.

Sebagai informasi, Kota Semarang menjadi salah satu daerah di Jateng yang tertinggi kasus Covid-19.

Berdasarkan situs resmi siagacorona.semarangkota.go.id pada Kamis (30/4/2020) sore menyebutkan jumlah kasus positif di Kota Semarang mencapai 118 kasus, orang dalam pemantauan (ODP) 641 kasus, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 280.

Sementara pasien yang sembuh tercatat 92 orang dan meninggal dunia 30 orang.

Respon Ganjar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons pernyataan Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto yang menyebut Kota Semarang berpotensi menjadi episentrum baru kasus Covid-19 di Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved