Arab Saudi Lockdown
Benarkah Arab Saudi Buka Lockdown? Inilah Faktanya, Mulai Longgarkan Waktu Warga Beraktifitas
Beredar foto warga Arab merayakan pembukaan lockdown, ternyata video yang beradar adalah warga Dubai Uni Emirat Arab.
TRIBUNJATENG.COM -- Beredar foto warga Arab merayakan pembukaan lockdown, ternyata video yang beradar adalah warga Dubai Uni Emirat Arab. Namun dikabarkan kini Arab Saudi telah melonggarkan aturan lockdown.
Yaitu toko retail dan pusat perbelanjaan di Saudi mulai Rabu (29/4/2020) kemarin telah beroperasi untuk publik dari pukul 9 pagi sampai 5 sore waktu setempat.
Namun, meski begitu, aturan ketat masih berlaku untuk menahan laju penyebaran virus corona.
Para pembeli harus diperiksa suhu tubuhnya di pintu masuk mal.
Jika ada yang suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat Celsius, maka dia harus segera dibawa ke pusat medis terdekat.
• 13 TKI di Malaysia Telantar 2 Hari 2 Malam di atas Makam tanpa Makan di Tengah Hutan Bakau
• Semarang Kota Terbaik Merencanakan Pembangunan di Tengah Fokus Penanganan Pandemi Covid-19
• Diangkat Jadi Kabaintelkam Polri, Irjen Pol Rycko Ziarahi Makam Ibunda Jokowi
• Weni Tetap Bayar SPP meski Anaknya Belajar di Rumah
Dikutip dari Arab News, juru bicara Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi, Abdulrahman Al-Hussein mengatakan,
"Perusahaan komersil diwajibkan untuk mengecek suhu tubuh para pelanggan dan pegawai mereka sebelum jadwal kerja mereka,
tidak diperkenankan untuk mencoba produk kosmetik dan parfum, serta elevator ditutup dan menerapkan tanda social distancing di lantai."
Selain itu, anak di bawah 15 tahun tidak diperkenankan masuk ke pusat perbelanjaan.
Begitu pun orang lanjut usia dan orang dengan penyakit kronis seperti sakit jantung, paru-paru, ginjal dan imunitas diminta untuk tetap tinggal di rumah.
Meski telah longgar, kafe dan restoran masih ditutup, begitu pun ruang ganti pakaian dan tempat shalat.
Teknik uji virus yang variatif kunci dari longgarnya aturan batasan selama Ramadhan
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Saudi telah melacak dan mengobati kasus penyakit virus corona melalui ragam teknik pengujian virus.
Hal itu yang memungkinkan Kerajaan Saudi melonggarkan lockdown atau pembatasan tertentu selama Ramadhan.
Juru bicara kementerian kesehatan, Dr Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/arab-saudi-lockdown.jpg)