Wabah Virus Corona

Diskusi dengan Najwa Shihab, Nadiem Makarim Prihatin dengan Daerah Tertinggal Belum Ada Listrik

Nadiem Makarim saat berdiskusi dengan Najwa Shihab dalam tayangan live streaming di kanal Youtube Kemdikbud RI, Sabtu (2/5/2020) malam.

Editor: m nur huda
Dok. Kemendikbud
Sesi wawancara antara Mendikbud dengan Najwa Shihab. 

TRIBUNJATENG.COM - Wabah virus corona atau Covid-19 yang melanda di belahan dunia ini mengubah tatanan kehidupan masyarakat.

Tak terkecuali dalam lingkup terkecil yakni keluarga.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, dampak terkecil dimulai dari keluarga.

Hasil Survei Terbaru UI: Survei: 92,8 Persen Masyarakat Dukung Karantina Wilayah

Denyut RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet (2): Makanan Berlimpah, Koneksi Internet Kencang

Risma Sudah Sarankan Pabrik Sampoerna Tutup Sementara & Karyawan Diisolasi di Hotel

Siapa Pengganti KSAL Siwi Sukma & KSAU Yuyu Sutisna Jelang Pensiun? Ini para Perwira Bintang 3

171 Warga Langgar Jam Malam PSBB Surabaya, Ditahan 24 Jam di Kantor Polisi, Jika Positif Diisolasi

"Dampak mikro ialah di dalam keluarga. Karena keluarga itu luar biasa sebagai unit terpenting kita," ujar Nadiem Makarim saat berdiskusi dengan Najwa Shihab dalam tayangan live streaming di kanal Youtube Kemdikbud RI, Sabtu (2/5/2020) malam.

Sedangkan yang kedua, lanjut Nadiem, adalah kemampuan orang untuk bisa beroperasi dari manapun.

Serta potensi untuk bekerja menjadi lebih efektif dari manapun juga menjadi pembelajaran.

Dampak ketiga ialah masyarakat semakin sadar begitu pentingnya kesehatan.

Tak heran jika sekarang masyarakat mulai kembali menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Ini jadi salah satu dampak positif bagi masyarakat.

Kolaborasi orangtua dan guru

Pada diskusi dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 bertema "Belajar dari Covid-19" tersebut, Nadiem juga menyinggung persoalan pendidikan di masa wabah virus corona.

Mas Menteri, begitu sapaan Nadiem Makarim menjelaskan bahwa pembelajaran daring yang saat ini diterapkan menjadikan orang tua sadar betapa sulitnya mendidik anak.

"Kini, empati orang tua terhadap guru jadi meningkat. Tapi, guru juga menyadari tanpa adanya peran orang tua maka pendidikan itu tidak akan selesai," kata Mas Menteri.

"Krisis ini antara kolaborasi orang tua dan guru. Itulah dimana pembelajaran terjadi," imbuhnya.

Evaluasi pembelajaran daring

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved