Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita KPR

Perbankan Menanti Ketentuan Subsidi Bunga Kredit Konsumsi

Pemerintah terus memberikan stimulus ekonomi. Setelah mengumbar relaksasi kredit bagi para pelaku UMKM

KONTAN/Cheppy A Muchlis
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah terus memberikan stimulus ekonomi. Setelah mengumbar relaksasi kredit bagi para pelaku UMKM, kini giliran kredit konsumsi yang akan diberikan pelonggaran berupa subsidi bunga bagi kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit kendaraan bermotor (KKB).

Sejumlah bankir pun menyambut baik rencana itu. Maklum, mereka juga mengaku covid-19 membuat kemampuan membayar debitur segmen konsumer menurun, hingga menyebabkan rasio kredit macet ikut terkerek.

“NPL sudah mulai naik, tetapi kami sudah mulai restrukturisasi sejak Maret lalu. Sementara soal subsidi bunga kami masih menunggu ketentuannya,” kata Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Handayani, kepada Kontan, Minggu (3/5).

Dua segmen kredit konsumsi itu mulai jadi andalan BRI. Tahun lalu, KPR perseroan tumbuh 19,2 persen yoy menjadi Rp 32,3 triliun, sedangkan KKB tumbuh 12,7 persen yoy menjadi Rp 4,1 triliun.

Hingga 24 April 2020, BRI tercatat telah merestrukturisasi kredit senilai Rp 57,73 triliun kepada debitur 693.615, dengan perincian 686.798 debitur UMKM, sementara sisanya 6.917 debitur non-UMKM.

Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan berharap proses restrukturisasi dapat dibuat seoptimal mungkin, sehingga tidak memberatkan debitur maupun bank pelaksana.

“Tentu saja subsidi bunga akan membantu kami, asalkan persyaratan tidak berat, baik bagi nasabah maupun bagi bank,” ujarnya.

Sepanjang kuartal I/2020, KPR dan KKB Bank CIMB Niaga masih tumbuh di atas 10 persen yoy. Meski demikian, mulai kuartal II/2020 mulai terjadi perlambatan dan peningkatan rasio kredit macet.

Tahun lalu, KPR perseroan tumbuh 12,5 persen yoy menjadi Rp 33,78 triliun, sedangkan KKB tumbuh moderat sebesar 3,9 persen (yoy) menjadi Rp 6,46 triliun.

Melandai

Sebagai catatan, permintaan kredit konsumsi, terutama KKB sudah melandai sejak tahun lalu seiring dengan lesunya permintaan kendaraan bermotor, baik roda dua, maupun roda empat. Apalagi dengan adanya covid-19.

Satu penguasa pasar pembiayaan kendaraan, PT Adira Dinamika Multi Finance, entitas anak PT Bank Danamon Indonesia Tbk, misalnya, mencatat pertumbuhan KKB cukup moderat sebesar 4 persen yoy menjadi Rp 54,7 triliun pada kuartal I/2020.

Direktur Finance, Treasury, and Strategy PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Nixon L Napitupulu, dalam rapat daring bersama Komisi VI DPR pekan lalu, menyatakan, covid-19 praktis memukul bisnis KPR perseroan.

Hal itu terbukti dari minimnya akad KPR, terutama segmen non-subsidi yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, terutama di wilayah zona merah.

“Terutama di wilayah-wilayah zona merah covid-19, KPR non-subsidi hampir tidak ada sama sekali, benar-benar mendekati berhenti, karena masyarakat mungkin tidak berani keluar rumah untuk akad, apalagi ke kantor pengembang," jelasnya.

Hingga akhir April lalu, pertumbuhan kredit ban dengan bisnis utama pada segmen KPR ini juga tercatat moderat sebesar 4,59 persen (yoy) menjadi Rp 253,25 triliun.

Sementara hingga 24 April 2020, Nixon berujar, perseroan telah menyetujui restrukturisasi 24.730 debitur terimbas covid-19 senilai Rp 4,64 triliun. (Kontan/Anggar Septiadi)

Rupiah Berpeluang Tinggalkan Level Rp 15 Ribu/dollar AS

Liza Aditya, Penyanyi Cantik Yang Pernah Dikaitkan dengan Atta Halilintar

HEBOH! 3 Jenazah ABK Indonesia Dibuang ke Laut, Jasad Mas Ari Menghilang Menyusul Al Fatah dan Sepri

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved