Berita Klaten

Bantuan Sosial di Klaten Ada yang Masuk ke Rekening Kades dan PNS, Rudiyanta: Saya Kaget

Kepala Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Klaten, Rudiyanta mengatakan, menerima bantuan sosial tunai dari Kementerian Sosial

KONTAN/Cheppy A Muchlis
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM - Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dianggap tidak tepat sasaran.

Pasalnya, warga yang seharusnya tidak menerima masih tercatat dalam daftar penerima bantuan.

Bahkan, bantuan yang diberikan setiap bulan selama tiga bulan sebesar Rp 600.000 untuk meringankan beban warga yang terkena dampak pandemi wabah virus corona atau Covid-19, ada yang masuk ke rekening kepala desa (Kades).

Operasi Ketupat Candi 2020, 3.752 Kendaraan Diputar Balik di Perbatasan Masuk Jateng

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Dalam Sebulan 6 Petani di Sragen Tewas Tersengat Listrik di Sawah

Resmi! Di Tengah Pandemi Corona, Presiden Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan

Dijodohkan karena Sama-sama Single, Herjunot Ali Jelaskan Hubungan dengan Luna Maya

"Kades memang ada yang menerima. Tapi yang bersangkutan sudah langsung lapor menghubungi kami," kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Klaten, Much Nasir saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/5/2020).

Nasir mengatakan data yang digunakan oleh Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan sosial tunai merupakan data tahun lama.

Diduga kades yang menerima BST tersebut sebelumnya belum terpilih.

"Bisa saja dulu belum bekerja (masih menganggur). Jadi tidak tahu.

Tapi yang jelas pada saat dia menerima kaget kemudian melaporkan ke kami.

Ini iktikad baik yang harus diapresiasi," ucap dia.

Nasir telah menginventarisir data nama penerima yang tidak tepat sasaran dengan meminta camat dan kades untuk melaporkan data yang salah sasaran.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved