Breaking News:

Ramadan 2020

Cerita Eva Ramadan di Inggris, Kangen Masakan Ceker Super Pedes

Adanya pandemi virus corona membuat suasana ramadan tahun ini berbeda. Perbedaan itu tidak hanya dirasakan umat islam di Indonesia, namun juga diselu

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
IST
Eva Andriani, mahasiswa asal Indonesia yang sekarang sedang melanjutkan studi Master Accounting di Leeds University Inggris berfoto di depan Kirkgate Market di Pusat Kota Leeds 

"Jadi, beda sekali.

Masakan Indonesia kaya akan cita rasa, sedangkan makanan asli Inggris lebih ke cepat saji dan minim rempah.

Yang paling berbeda itu sih.

Kalau di sini (Inggris, red) keseringan makan nasi dianggap tidak umum," tuturnya.

Selama lebih dari tiga menjalani puasa di negeri orang, sejauh ini tidak ada hambatan.

"Sejauh ini lancar.

Karena Inggris sedang lockdown jadi tidak bisa merasakan tarawih di masjid dan nuansa ramadan.

Untung ada hiburannya, gathering online dan kirim-mengirim takjil antar warga Indonesia door to door," ucap perempuan asal Banyuwangi itu.

Menurutnya, rentang puasa di Inggris antara 16 sampai 17 jam.

"Semakin dekat lebaran semakin cepat imsya dan lebih lama bukanya," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved