Ramadan 2020

Dalam 3 Hari 122 Manusia Karung Terjaring Razia, Kebanyakan Warga Luar Kota Semarang

Menjelang lebaran para pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) atau yang kini dikenal manusia karung lantaran menjajakan diri di jalanan sam

IST
Petugas Satpol PP Kota Semarang menjaring para manusia karung di pinggir jalan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjelang lebaran para pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) atau yang kini dikenal manusia karung lantaran menjajakan diri di jalanan sambil membawa karung jumlahnya kian banyak di Kota Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, dari hasil penyisiran petugas Satpol PP Kota Semarang selama tiga hari, sebanyak 112 manusia karung dan para pengamen jalanan terjaring razia.

Hari pertama razia, Selasa (19/5/2020) sore, petugas berhasil menjaring 31 orang. Hari kedua, Rabu (20/5/2020), jumlahnya kian bertambah menjadi 41 orang, dan hari ketiga, Kamis (21/5/2020), jumlahnya kembali bertambah menjadi 50 orang.

Fakta Baru M Nuh Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Rp 2,550 M Ditangkap, Ternyata Bukan Pengusaha

2,5 Jam Mencari Rumah Bu Imas, Anggota DPR Ini Tak Kuasa Menahan Sedih saat Sampai, Ini Janjinya

Keringat Keluar Saat Tidur Malam? Bukan Karena Suhu Panas, Bisa Jadi Sebagai Tanda Sakit Ini

Tetap Memeluknya saat Meregang Nyawa, Terungkap untuk Siapa Seikat Bunga yang Dibawa Okta

Dari jumlah tersebut, 60 persen yang terjaring merupakan warga luar Kota Semarang yang sengaja datang ke Semarang memanfaatkan moment lebaran.

"Sudah menjadi kebiasaan jelang lebaran.

Kota Semarang seperti menjadi magnet untuk mereka mengharap belas kasihan," ujar Fajar, Kamis (21/5/2020).

Disebutkan, orang yang terjaring seriap harinya selalu orang yang baru.

Dia memperkirakan, semakin mendekati lebaran, para manusia karung dan pengamen dadakan akan semakin banyak.

Untuk itu, pihaknya akan terus menggelar razia.

"Besok kita akan menerjunkan personil lebih banyak lagi untuk merazia PGOT," tambahnya.

Menurutnya, razia PGOT ini selain untuk menegakkan Perda Kota Semarang, juga sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (eyf)

Harga Petai di Kota Tegal Naik Lagi, Per Papan Rp 8.000

Mensos Juliari Sebut Penyaluran BST untuk 114 Ribu Warga Kota Semarang Selesai dalam 2 Hari

Warga Banjarnegara Tak Dapat Bansos Rp 200 Ribu dari Pemprov Jateng, Begini Penjelasan Bupati

Ekonomi Warga Lumpuh, 3 Desa di Demak Terendam Rob 2 Bulan Terakhir

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved