Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Sungai Waridin Meluap, Ratusan Rumah di Kendal Terendam Banjir

Sejumlah 200 rumah di Desa Kebon Adem Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal terendam banjir, Minggu (31/5/2020) pagi.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sejumlah 200 rumah di Desa Kebon Adem Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal terendam banjir, Minggu (31/5/2020) pagi.

Tinggi air mencapai 40 sentimeter sejak waktu subuh menggenangi dua RW setempat.

Mohammad Arifin (35) warga setempat mengatakan, air berwarna kecoklatan itu masuk ke permukiman setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Kendal tadi malam.

"Semalam hujan deras merata mungkin. Sekitar pukul 04.30 saat subuh air mulai masuk," terangnya di Kendal.

Kata Arifin, luapan air yang menggenangi sebagian besar RW 2 dan 3 Kauman itu terus bertambah dan mencapai puncaknya pukul 06.00.

Sebagian rumah warga yang belum ditinggikan harus direlakan kemasukan air beserta lumpur.

Surat Edaran Kemenag tentang Kegiatan di Rumah Ibadah, Panduan dan Persyaratannya

Pakai Baret Merah Anggota Kopassus Gadungan Terciduk di Warung Kopi, Mengaku Dinas di Batujajar

Siapa Floyd hingga Kematiannya Picu Demo dan Kerusuhan di Amerika? Sempat Jadi Atlet Basket

Evakuasi Material Longsor di Tol Ungaran Sudah 80 Persen, Target Selesai Siang Ini

Kemenangan Petinju Floyd Pernah Bikin Donald Trump Kesal, Wasit Dinilai Tak Adil

Tak hanya itu, kata Arifin banjir pun turut menggenangi 3 dusun yakni Kauman, Malang dan Kradenan. Hanya saja banjir terparah dialami warga yang bermukim di bagian barat Desa Kabon Adem.

"Yang terparah di dua RW ini RW 2 dan 3," ujarnya.

Warga lain, Robbani (59) menambahkan, air yang menggenangi wilayahnya berasal dari luapan Sungai Waridin.

Katanya, akibat derasnya guyuran hujan mengakibatkan debit air Sungai Waridin meningkat.

Bahkan jembatan utama penghubung Desa Brangsong dengan Desa Kumpulrejo Kaliwungu terendam sejak malam.

Terlebih pintu pengairan yang mengarah ke pesawahan dan pemukiman warga Kebon Adem rusak sehingga air dengan deras mengarah ke rumah warga.

"Air sungai tinggi, nah pintunya untuk pengairan rusak, tidak bisa dibuka tutup. Saat debit air sungai naik pintu tidak bisa ditutup sehingga air meluap ke rumah warga," terangnya.

Katanya, pihak warga sudah mengupayakan peninggian tanggul tahun lalu untuk mencegah banjir yang lebih besar.

Pihaknya pun sudah melaporkan rusaknya pintu ke pihak dinas terkait namun tak kunjung ada perbaikan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved