Breaking News:

Virus Corona Jateng

UPDATE: Bertambah 1 Pasien Positif Corona di Kab Tegal, Pemkab Telusuri Klaster Lembang

Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Tegal bertambah satu orang, sehingga jumlah kasus terkonfirmasi positif yang sedang menjalani perawatan di rumah

IST
Ilustrasi - pelaksaaan rapid test di Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Tegal bertambah satu orang, sehingga jumlah kasus terkonfirmasi positif yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit menjadi tiga orang.

Ketiganya kini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Harapan Sehat Slawi.

Informasi ini disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, Joko Wantoro, Selasa (2/6/2020) siang tadi.

Sejam Sebelum Meninggal, Wakapolres Purbalingga Video Call Kakak Kandungnya

Penampakan Pocong Gegerkan Warga Purbalingga, Polisi hingga Ahli Spiritual Ikut Memburu

Wakapolres Purbalingga Kompol Widodo Ponco Sedianya Minggu Depan Mutasi ke Polda Jateng

Isi 3 Surat Wasiat Siti Julaekah, Wanita yang Bunuh Diri di Hotel di Semarang, 1 Surat untuk Suami

Joko menuturkan, pasien perempuan, berinisial IVL (25) asal Kelurahan Procot Kecamatan Slawi dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, setelah pemeriksaan swab yang dilakukan pada tanggal 26 Mei 2020 lalu hasilnya positif.

Sebelumnya, IVL telah menjalani rapid test mandiri pada tanggal 22 Mei 2020 dengan hasil reaktif.

Meski tak menunjukkan gejala Covid-19, IVL diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Lembang, Kabupaten Bandung Barat setelah mengikuti kegiatan seminar keagamaan disana.

Joko menambahkan, IVL juga memiliki keterkaitan atau kontak dekat dengan sejumlah pasien Covid-19 asal Kabupaten Tegal yang merupakan satu kelompok jemaah gereja.

Pasien Covid-19 tersebut antara lain, pendeta berinisial T (41) dari Kelurahan Procot Kecamatan Slawi yang sekarang sudah sembuh.

Kemudian WK (28) dari Kelurahan Procot Kecamatan Slawi, dan EYK (28) dari Kelurahan Slawi Wetan Kecamatan Slawi yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Pihaknya menduga, penularan Covid-19 pada sejumlah pasien tersebut berawal dari keikutsertaan jemaah gereja asal Kabupaten Tegal, pada kegiatan seminar keagamaan yang diselenggarakan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat tanggal 3 - 5 Maret 2020.

“Saat ini kami sedang menelusuri siapa saja jemaah gereja yang mengikuti kegiatan seminar GBI di Lembang untuk melacak rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Penelusuran kluster Lembang ini sangat penting agar kasus positif dari transmisi lokal bisa kita cegah,” ungkap Joko, pada Tribunjateng.com, Selasa (2/6/2020).

Joko menambahkan, seluruh peserta seminar dari kluster Lembang yang berjumlah sekitar 2.000 orang tersebut, telah ditetapkan statusnya oleh pemerintah daerah setempat sebagai orang dalam pemantauan.

Ia pun meminta jemaah geraja asal Kabupaten Tegal yang mengikuti acara tersebut segera melapor untuk dilakukan rapid test.

“Tidak tertutup kemungkinan, serangkaian acara keagamaan lain yang diselenggarakan GBI setelah acara di Hotel Lembang Asri awal Maret 2020 lalu berpotensi menularkan Covid-19,” ujarnya. (dta)

Muncul Klaster Baru Penyebaran Virus Corona di Semarang, Ini Daftarnya

Syarat Pembukaan Rumah Ibadah di Masa New Normal, Wawali Tegal Jumadi: Tidak Akan Dipersulit

6 Tenaga Kesehatan Puskesmas Kaliwungu Kudus Positif Corona

Polisi Minta Warga Tak Bunuh Lutung Peneror di Sendangguwo Semarang

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved