Breaking News:

Berita Semarang

Pakar Hukum Pidana Universitas Negeri Semarang Kritisi Program Asimilasi Yasonna Laoly

Pakar hukum pidana dari Universitas Negeri Semarang Ali Masyhar mengatakan kebijakan asimilasi di tengah pandemi corona menimbulkan efek samping ganda

Kompas.com
Menkumham, Yasonna Hamonangan Laoly saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (3/7/2017). Yasona Laoly menjelaskan ketentuan itu berhubungan dengan seseorang yang dengan sengaja menujukkan alat kontrasepsi dan menunjukkan cara mendapatkannya bagi anak-anak. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pakar hukum pidana dari Universitas Negeri Semarang Ali Masyhar mengatakan kebijakan asimilasi di tengah pandemi corona menimbulkan efek samping ganda

Efek samping pertama, napi asimilasi belum tuntas penjara atau belum tuntas ketaubatannya terus dilepas.

Menurut Ali itu sangat mungkin yang bersangkutan melakukan tindak pidana lagi.

Innalillahi Wa Innailahi Rojiun, Satpam Cantik yang Hilang Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo

Satpam Cantik Asal Patihan Sragen Hilang, Sepatu Korban ditemukan di Pinggir Sungai Bengawan Solo

Gara-gara Ini Kedai Kopi Milik WNI di Amerika Lolos dari Penjarahan Demo Kematian George Floyd

Dalam 2 Hari 15 Orang Positif Corona di Solo Raya, Wonogiri Jebol, Sukoharjo 3 Besar Jateng

Efek samping kedua, dengan kebijakan ini pelaku penjahat potensial bisa memanfaatkan momentum ini untuk melakukan tindak pidana.

"Jadi kebijakan asimilasi bisa jadi faktor menyebabkan atau mempengaruhi terjadinya tindak pidana," terangnya kepada Tribunjateng.com, Kamis, (4/6/2020).

Menurutnya kebijakan tersebut memang rawan disalahgunakan.

Pasalnya, program asimilasi yang awalnya untuk mengintegrasikan narapidana dengan masyarakat, yang terjadi justru narapidana melakukan kejahatan lagi.

Karena narapidana belum tuntas ketaubatannya tapi sudah dilepas.

Dia menyarankan narapidana asimilasi yang melakukan kejahatan lagi itu untuk segera diproses hukum.

"Pertama, asimilasi mereka harus dicabut, kerja harus menjalani sisa hukuman selanjutnya, dan ketiga menjalani hukuman baru atas tindak pidana yang dilakukan selama menjalani program asimilasi," kata Ali menambahkan.

Dengan hukuman seperti itu, kata Ali, narapida akan jera.

(yun)

Bupati Wihaji Akan Beri Reward Desa Terbaik Siaga Covid-19 di Batang

Pencurian Kendaraan Bermotor Curanmor Dominasi Angka Kriminalitas di Kota Semarang

Mantan Kapolrestabes Semarang Brigjend Pol Abioso Kini Resmi Menjabat Wakapolda Jateng

UIN Walisongo Siapkan Tatanan Kampus Baru saat New Normal

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved