Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Saat Laut China Selatan Memanas, Moeldoko: Indonesia di ASEAN Jadi Posisi Center

Situasi di Laut China Selatan berpotensi semakin panas setelah Amerika Serikat memasang tiga kapal induk di kawasan tersebut.

Editor: m nur huda
Google Maps
Citra satelit Laut China Selatan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Situasi di Laut China Selatan berpotensi semakin panas setelah Amerika Serikat memasang tiga kapal induk di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, tiga hari lalu, kedua belah armada perang dari China dan Amerika juga dikabarkan hanya berjarak 100 meter.

Kepala Staf Kepresidenan Indonesia, Moeldoko mengatakan bahwa Indonesia harus berada di posisi netral.

Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Cincin Besok & Daerah di Jawa Tengah yang Akan Dilewati

Mayat Wanita Ditemukan di Sungai Semampir Pekalongan, Ciri-cirinya Mengenakan Daster

PKM Semarang Jilid 4 Mulai 22 Juni, Acara Pernikahan Dilonggarkan, Ini Ketentutannya

Viral Denda Minimal Rp 250 Ribu Saat Razia Masker di Kendal, Ini Penjelasan Pemkab

"Saya berpandangan bahwa posisi netral adalah posisi yang sangat baik. Kita bisa menyebut Indonesia sebagai gadis cantik, di mana menjadi rebutan antara dua penguasa besar. Kemudian, posisi Indonesia di ASEAN merupakan menjadi posisi center karena satu-satunya negara yang di ASEAN memiliki posisi yang cukup netral antara Amerika dan China," tutur Moeldoko saat Webinar PYC, Sabtu (20/6/2020).

Mantan Panglima TNI tersebut juga menyarankan agar posisi tersebut dapat dipertahankan karena akan sangat menguntungkan.

Dampak Mengerikan Jika China dan AS Perang di Laut China Selatan, Ini Kata Pakar Militer

"Apabila terjadi sesuatu di Laut China Selatan, maka kalau kita lihat kebutuhan logistik dalam sebuah pertempuran atau peperangan itu luar biasa besarnya. Untuk itu kita harus bisa mengambil keuntungan dari situasi itu. Tetapi kita akan kehilangan kesempatan apabila kita pada posisi yang tidak netral," ungkapnya.

Untuk melihat dampak apa yang terjadi jika pecah perang di Laut China Selatan, Moeldoko menyebut harus ada analisi lebih dalam.

Kemudian menyoal investasi, posisi netral dari Indonesia diprediksi mampu menarik investor lebih banyak dari kedua belah pihak.

"Kalau kita melihat dari posisi investasi, di antara China dan Amerika, posisi Indonesia ini akan menguntungkan. Mana kalau kita berada di tengah, di antara kedua negara ini, kita bisa mendapatkan investasi dari kedua-duanya," terang Moeldoko.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Laut China Selatan Memanas, Moeldoko : Indonesia Harus Netral

PKM Semarang Diperpanjang hingga 5 Juli, Tempat Wisata Boleh Dibuka dengan Syarat

Cerita di Balik Jembatan Gantung Pemicu Adrenalin di Colomadu

Wisata Air Owabong Purbalingga Gelar Simulasi New Normal

Update Corona 20 Juni di Indonesia Masih Terus Bertambah: Jateng 98 Kasus Baru, Jatim 395 Kasus

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved