Berita Semarang
SMA dan SMK Swasta di Semarang Terseok-seok Mencari Siswa Baru hingga Diskon Pendaftaran
Jelang penutupan PPDB daring tingkat SMA, sejumlah sekolah SMA dan SMK swasta cemas karena kesulitan mendapatkan murid atau siswa.
Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jelang penutupan PPDB daring tingkat SMA, sejumlah sekolah SMA dan SMK swasta cemas.
Hal itu dirasa oleh sekolah swasta yang kurang familiar di masyarakat.
Pasalnya sekolah tersebut harus masih harus bersaing untuk mendapatkan murid.
Bahkan tak jarang, dalam pendaftaran beberapa sekolah menggelar diskon besar untuk menarik siswa.
• Korea Utara Ancam Musnahkan Amerika Serikat dengan Nuklir Jika Terus Provokasi Korsel
• Densus 88 Diterjunkan untuk Selidiki Identitas Pelaku Penyerangan Wakapolres Karanganyar
• Tak Ada Hujan, 6 Warga Banjarnegara Disambar Petir saat Istirahat di Bawah Pepohonan, 1 Meninggal
• Pelatih Tinju di Karanganyar Ajak Bocah Bersetubuh hingga Hamil, Diimingi Boneka Beruang Pink

Menurut Anisa Riski Ratnasari satu di antara guru di SMK Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI) Semarang, hampir dua tahun terakhir sekolah swasta terseok-seok mencari murid.
"Sampai ada perang diskon antar sekolah swasta untuk menarik siswa," jelasnya Anis yang juga menjadi panitia PPDB di SMK LPI, Senin (22/6/2020).
Dilanjutkannya banyak tantangan yang dihadapi sekolah swasta yang kurang familiar di masyarakat untuk mencari murid.
"Jarak antar sekolah yang berdekatan juga menjadi hambatan mencari murid, karena siswa memiliki banyak pilihan," katanya.
Sejak dibukanya pendaftaran Mei lalu, dikatakan Anisa, SMK LPI baru menerima 20 siswa.
"Padahal kami bisa menampung sekitar 4 kelas. Tahun lalu saja hanya dapat 50 siswa," terangnya.
Ia menuturkan, SMK LPI hanya bisa menunggu sampai batas pendaftaran ditutup 10 Juli mendatang.
"Mungkin banyak yang tidak tahu sekolah ini, meski demikian kami terus gencar melakukan publikasi via online. Kami hanya bisa menunggu sampai PPDB negeri tutup, biasanya siswa yang tidak diterima di sekolah negeri akan mendatangi sekolah swasta," ucapnya.
Dengan gedung baru yang diresmikan Januari lalu, Anisa menerangkan, SMK LPI memiliki 12 kelas.
"Kami sudah siapkan gedung baru, namun penentunya setelah ditutup pendaftaran Juli mendatang. Kalau pun tidak terisi 4 kelas ya kami pasrah karena sudah berusaha mencari murid," kata Anisa.
Adapun, Asri Mayang, panitia PPDB di SMK LPI lainya, menuturkan, sistem zonasi memperkecil peluang sekolah swasta mendapatkan siswa.