Virus Corona Jateng
Dari 19 Kecamatan di Kabupaten Semarang, Hanya 2 Kecamatan Ini yang Tidak Masuk Zona Merah Corona
Hal itu disebabkan saat ini nyaris semua kecamatan di Kabupaten Semarang masuk zona merah corona
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang Mundjirin meminta masyarakat Kabupaten Semarang patuhi protokol kesehatan di masa pandemi corona.
Hal itu disebabkan saat ini nyaris semua kecamatan di Kabupaten Semarang masuk zona merah corona.
"Dari 19 kecamatan, hanya Pabelan dan Bancak yang terpantau tidak zona merah.
• Suara Hakim Parau Baca 6 Alasan Vonis Mati Zuraida Hanum, Sudah Berhubungan Intim Sebelum Membunuh
• Mengenal Priapisme yang Hantui Pasien Virus Corona dan Dampaknya Bagi Kehidupan Seks Penderita
• Via Vallen Murka Kasus Mobil Miliknya yang Dibakar Dituding Settingan
• Tante Ernie Ungkap Sang Suami Sempat Marah Pada Awal Dirinya Jadi Pemersatu Bangsa
Kami minta jangan kendor menerapkan protokol kesehatan," jelasnya ditemui di rumah dinas Bupati Semarang, Kamis (2/7/2020) siang.
Ia menilai, masih banyak warganya positif corona disebabkan kesadaran masyarakat yang masih rendah.
Di antaranya ia selalu menemui warga tak menggunakan masker di setiap tempat di Kabupaten Semarang yang dikunjungi.
"Penerapan new normal artinya bukan normal kembali. Penerapan new normal itu masyarakat menerapkan kenormalan baru."
"Di antaranya rajin mencuci tangan, pakai masker, tak berkerumun," jelas dia.
Ia mencontohkan kurangnya kesadaran masyarakat Kabupaten Semarang menerapkan protokol kesehatan di antaranya saat aktivitas jual beli di pasar dan kegiatan ibadah di tempat ibadah.
"Saya masih dapat informasi masyarakat beribadah berdempet-dempetan, tak menerapkan jaga jarak. Juga masih ada pedagang yang melayani pembeli tak bermasker."
"Saat ditegur, pedagang berkelit bahwa pembeli itu pelanggannya. Jadi masih sulit diberi tahu," papar dia.
Disinggung terkait jumlah kasus corona di Kabupaten Semarang hingga saat ini, menurut Mundjirin, mencapai 95 kasus.
Dari jumlah tersebut, 9 pasien dirawat di rumah sakit, 26 orang diisolasi, 48 orang sembuh, dan 12 orang meninggal dunia.
Meski begitu ia mengklaim beberapa kasus positif corona di Kabupaten Semarang dikarenakan mereka yang terjangkit bekerja di tempat lain.
"Misal ada dua warga Kabupaten Semarang, jadi perawat di rumah sakit di Magelang terjangkit corona. Juga sempat ada perawat RSUD dr Kariadi Semarang," jelasnya.