Berita Jateng

Banyaknya Kasus Kekerasan ABK, Fisher Center Didirikan di Kota Tegal

Kota Tegal Jawa Tengah menjadi lokasi kedua pendiriaan Fisher Center. Sebelumnya platform serupa juga didirikan di Bitung Sulawesi Utara.

Istimewa
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (kiri) saat kunjungan kerja di Kota Tegal baru-baru ini. Dalam kunjungannya, Edhy juga meresmikan Fisher Center yang ada di Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kota Tegal Jawa Tengah menjadi lokasi kedua pendiriaan Fisher Center. Sebelumnya platform serupa juga didirikan di Bitung Sulawesi Utara.

Nantinya Fisher Center bertugas mengawasi pengaduan dan menyampaikan keluhan nelayan dan awak kapal perikanan termasuk ABK WNI di luar negeri untuk mendapatkan keadilan.

Wadah pengaduan yang pengelolaannya dilakukan Yayasan Plan Internasional Indonesia dan Destructive Fishing Watch (DFW) diresmikan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, baru-baru ini.

Uang Pensiunan PNS Baikal Dinaikan, Perbulan Bisa Sampai Rp 20 Juta

TNI Kejar-kejaran dengan 2 Kapal China, saat Tertangkap Ternyata Ada WNI Tewas di Freezer

10 WNI di Kapal China yang Ditangkap TNI Dipekerjakan Lewat Agen dari Tegal

Update Corona Surabaya dan Corona di Jatim 9 Juli: Keseluruhan Mencapai 14.941 Kasus

Koordinator Nasional DFW Indonesia, Moh Abdi Suhufan, dalam keterangannya mengatakan saat ini pelayanan Fisher Centre telah dilakukan kepada awak kapal perikanan yang bekerja di dalam maupun luar negeri.

"Kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan nelayan dan awak kapal perikanan merupakan salah satu jenis pekerjaan yang paling berbahaya di dunia. Juga memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya kerja paksa dan perdagangan orang, seperti yang telah menimpa sejumlah ABK Indonesia," kata Abdi, Kamis (9/7/2020).

Sejumlah kasus yang terjadi, kekerasan dialami terhadap ABK kapal yang merupakan warga pantura Jateng bagian barat, Brebes, Tegal, Kota Tegal, dan Pemalang.

Karena itu, untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Indonesia mendirikan Fisher Centre di Tegal.

Fisher Centre akan mengembangkan kerjasama dengan lembaga rujukan lain seperti KKP, Kementerian Luar Negeri, Kepolisian RI, Kementerian Tenaga Kerja, BP2MI, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan berbagai lembaga swadaya masayarakat dan bantuan hukum.

"Sebetulnya pelayanan Fisher Centre telah dilakukan kepada awak kapal perikanan yang bekerja di dalam dan luar negeri sudah dilakukan beberapa bulan ini, hanya peresmiannya hari ini," jelasnya.

Menurutnya, penyiapan prosedur, pelatihan staf dan peneriman pengaduan telah dilakukan sejak akhir 2019 lalu.

Sampai saat ini Fisher Center Tegal dan Bitung telah dimanfaatkan 60 penerima manfaat dan menerima 23 laporan keluhan dari masyarakat terutama berkaitan dengan kesejahteraan seperti upah, kontrak kerja, asuransi kesehatan dan keselamatan.

23 laporan itu terdiri dari 9 pengaduan ABK domestik dan 14 laporan dari ABK migran atau di luar negeri.

Sementara, Direktur Eksekutif Yayasan Plan Internasional Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan untuk memberikan akses keadilan bagi awak kapal perikanan, maka keberadan Fisher Centre menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

"Setelah melihat tingginya jumlah awak kapal perikanan yang memerlukan perlindungan hak-hak pekerja, maka dibutuhkan suatu pelayanan berbasis masyarakat. Tentunya yang mudah dijangkau dan responsif untuk membantu mereka mendapatkan informasi, pengetahuan dan bantuan untuk memperoleh hak-haknya sebagai pekerja," ucapnya.

Fisher Center Tegal berlokasi di kompleks Pelabuhan Tegalsari, Kota Tegal.(mam)

Ditemukan Sejumlah Obat di Kamar Kos Mahasiswa Doktoral UIN Sunan Kalijaga Yogya yang Meninggal

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Mahasiswa Doktoral UIN Sunan Kalijaga Yogya Meninggal di Kamar Kos

Update Corona 9 Juli 2020 di Dunia: Indonesia Urutan Ke-26 di Bawah Mesir

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved