Breaking News:

Pilkada Demak 2020

Baliho Bakal Calon Bupati Bertebaran di Pinggir Jalan, Ketua KPU Demak: Itu Kewenangan Pemkab

Baliho yang diduga bakal menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati Demak bertebaran di pinggir jalan.

TRIBUN JATENG/YUNAN SETIAWAN
Ketua KPU Demak saat ditemui Tribunjateng.com di Kantor KPU Demak, Selasa, (28/7/2020).(TRIBUN JATENG/YUNAN SETIAWAN). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Baliho yang diduga bakal menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati Demak bertebaran di pinggir jalan.

Baliho itu bergambar Esti dan Joko Sutanto.

Satu baliho lagi bergambar Mugiono dan Ali Machsun.

Kisah Pengakuan PSK Online Semarang: Dari Ayam Kampus hingga Jadi Karyawati, Kini Coba Jualan Baju

Jokowi Telepon Donald Trump, Amerika Serikat Langsung Kirim 1.000 Ventilator ke Indonesia

PKS Incar Purnomo untuk Tantang Gibran di Pilkada Solo, Tidak Menolak Tapi Belum Mengiyakan

Viral Lamaran di Batang, Bawa Mobil dan Isi Rumah

Ukuran baliho tersebut bermacam-macam, ada yang ukuran sedang, ada juga yang ukuran besar.

Ditemui Tribunjateng.com, Ketua KPU Demak Bambang Setya Budi mengatakan, kedua pasangan tersebut belum dipastikan sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Demak pada Pilkada 2020.

"Baliho yang sudah beredar itu inisiasi mereka saja.

Yang berwenanang menangani pemkab.

Karena ada aturan pemkab terkait ketertiban dan keindahan kota," kata Bambang saat ditemui di kantornya, Selasa, (28/7/2020).

Dia menjelaskan, pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati Demak baru dibuka pada 4 sampai 6 September 2020.

Setelah resmi terdaftar dan resmi ditetapkan, kata Bambang, baru bisa disebut kontetastan resmi Pilkada 2020.

Menurutnya, saat ini pasangan calon yang memasang baliho itu belum disebut pasangan calon bupati dan wakil bupati, karena pendaftaran belum dibuka.

Setelah membuka pendaftaran, kata Bambang, pihak KPU pada 23 September 2020 akan menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang resmi berlaga di pemilihan Pilbup 9 Desember 2020.

"3 hari setelah penetapan calon, baru setelahnya mulai dilakukan kampanye," terangnya.

Menurutnya pada 26 September 2020, baru diatur aturan kampanye dan alat peraga kampanye.(yun)

Wali Kota Hendi : Jumlah Penderita Covid-19 di Kota Semarang Seminggu Terakhir Mulai Turun

Harus Tahu, Sembelih Hewan Kurban Betina Produktif Bisa Dipenjara 3 Tahun

KPU Ingatkan PPDP Kabupaten Semarang Tetap Patuhi Protokol Kesehatan Selama Coklit

Anggota Dewan Pertimbangan PSHT Sukoharjo Penuhi Panggilan Ditreskrimsus Polda Jateng

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved